Stafsus BPIP Memuji Gus Dur Pejuang Toleransi di Acara ‎Seminar Nasional Kebangsaan

‎"Kita harus belajar dari Gus Dur sebagai seorang negarawan. Orang yang mencintai tanah air dan bangsa mau berkorban agar menjaga persatuan"

Stafsus BPIP Memuji Gus Dur Pejuang Toleransi di Acara ‎Seminar Nasional Kebangsaan
HANDOUT
Seminar nasional kebangsaan di Gedung Bung Tomo, Kab Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar ‎seminar nasional kebangsaan dengan tema : Penguatan Wawasan Kebangsaan Guna Memperkuat Rasa Patriotisme, Sabtu (28/9/2019) kemarin di Gedung Bung Tomo, Kab Jombang, Jawa Timur.

Acara ini ‎dihadiri oleh Wakil Bupati Jombang, Kapolres Jombang, Alisa Qotrunnada Munawaroh, Kyai Agus Sunyoto,mahasiswa, Organisasi Masyarakat, masyarakat umum, pegawai di Pemerintahan Kabupaten Jombang hingga para tamu undangan.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo atau Romo Benny jadi pembicara di seminar ini.

Dalam paparannya Romo Benny menjelaskan bagaimana sosok dan sikap Gusdur Sang Pejuang Toleransi.

‎"Kita harus belajar dari Gus Dur sebagai seorang negarawan. Orang yang mencintai tanah air dan bangsa mau berkorban agar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ungkap Romo Benny.

Dia melanjutkan ‎orang yang menjaga persatuan yaitu orang yang tidak egois, tidak mau menang sendiri. Bagi orang yang mau memberikan dirinya untuk bangsa dan negara maka menurut Romo Benny, belajarlah dari Gus Dur.

Baca: Mahasiswa Tolak Undangan ke Istana, Kabulkan Saja Tuntutan Kami. . .

Bagaimana sosok Gus Dur merawat kebangsaan yaitu kejujuran, ketulusan, integritas. Ini karena jika kita membaca pikiran Gusdur maka kita akan membaca Pancasila. Dalam lima sila tersebut Gusdur menjalankan semua nilai - nilai pancasila antara kata dan perbuatan.

Baca: Rincian Lengkap 26 Poin UU KPK Hasil Revisi yang Berpotensi Melemahkan KPK

"Nasionalisme bagi Gus Dur yaitu cinta tanah air yaitu memberikan semua apa yang kita miliki demi kesejahteraan masyarakat, cinta tanah air yaitu rela berkorban untuk menjaga perdamaian, kejujuran," imbuhnya.

Baca: Fahri Hamzah: Dulu Mendemo DPR, Kini Didemo Mahasiswa, Begini Penuturannya. . .

Romo Benny melanjutkan, Gus Dur juga sosok yang mempersatukan kita dengan energi yang positif yang mempengaruhi nilai - nilai kehidupan di sekitar kita. Belajar dari Gusdur adalah merawat kebangsaan harus dari hati dan ketulusan sehingga Indonesia tetap eksis, aman, damai dan sejahtera.

Sebagai penutup Romo Benny mengingatkan kita bahwa pemimpin yang mau mendengarkan aspirasi rakyatnya berarti harus mau berkorban.

"Gusdur adalah seorang yang berempati karenaGusdur melihat negara ini terdiri dari beberapa suku bangsa, etnis, agama. Mereka butuh disapa, dihargai, dilindungi," tambahnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved