Bahas Permasalahan Bangsa, Tokoh Nasional Hingga Pemuka Agama Jadwalkan Pertemuan

Dialog bertajuk "Jaga Bhineka Tunggal Ika, Siap Bela Negara, Indonesia Rumah Kita" rencananya digelar di Grand Sahid Hotel, Jakarta

Bahas Permasalahan Bangsa, Tokoh Nasional Hingga Pemuka Agama Jadwalkan Pertemuan
Tribunnews/Herudin
Ribuan pengunjuk rasa melakukan demonstrasi dengan tajuk Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI, di sekitar bundaran patung kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2019). Demonstran menolak libelarisme, menolak PKI, dan meminta pemerintah untuk menegakkan kebenaran. Tribunnews/Herudin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah tokoh nasional, pemuka agama, dan tokoh adat dijadwalkan bertemu membahas permasalahan bangsa.

Dialog bertajuk "Jaga Bhineka Tunggal Ika, Siap Bela Negara, Indonesia Rumah Kita" rencananya digelar di Grand Sahid Hotel, Jakarta, pada Rabu (2/10/2019).

Tokoh-tokoh, seperti Menteri Pertahanan Ryamizard, Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 KH Ma'ruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca: Di Samping Jokowi, Said Iqbal Singgung Menaker Berasal dari Serikat Buruh

Mantan gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi (TGB), Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, politisi Gerindra Hashim Djojohadikusumo, dan pemuka agama islam Ustaz Zaitun Rasmin dijadwalkan hadir.

"Kami mempunyai tujuan menyatukan anak bangsa. Kami tak ingin anak bangsa tercerai-berai," kata Eka Gumilar, selaku penggagas acara dari Forum Rekonsiliasi Masyarakat, kepada wartawan, Senin (30/9/2019).

Dia menjelaskan, acara ini mengundang tokoh lintas agama dan adat mulai dari Aceh sampai Papua.

Pertemuan itu sebagai upaya menjaga keanekaragaman Indonesia dan mempertahankan ideologi Pancasila.

Menurut dia, Pancasila sebagai pemersatu bangsa, harus terus disosialisasikan, terutama nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, agar nilai-nilai Pancasila itu dapat dipraktikan masyarakat di kehidupan sehari-hari.

"Indonesia memiliki keanekaragaman adat, budaya, serta agama. Menjadi sangat rawan terpecah jika nilai-nilai Pancasila dan persatuan tidak terus dijaga dan digelorakan," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya bersama dengan Kementerian Pertahanan beberapa kali menyelenggarakan acara dialog dan pandangan para tokoh. Acara dikemas dalam bentuk silaturahmi dan dialog.

Upaya itu dilakukan agar menginspirasi peserta supaya bisa saling merekatkan dan menularkan semangat persatuan di masyarakat.

Rencananya, sejumlah tokoh akan diminta sebagai pemateri. Mereka yaitu, T. Muadzakir Manaf, Jaya Suprana, Ahmad Syafii Maarif, Muhammad Asdar, Lenis Kagoya, Ramses Wally, Ridwan Saidi, Ishadi, Panglima Kumbang, dan Ahmad Zaki Iskandar.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved