Berbeda dengan Pernyataan Soeharto, Dokter Otopsi Ungkap Fakta Kondisi Jasad Korban G30S

Kesaksian dokter yang mengotopsi jenazah para korban G30S, kondisi jenazah tak seperti yang diberitakan, tak ada bekas siksaan sebelum dibunuh

Berbeda dengan Pernyataan Soeharto, Dokter Otopsi Ungkap Fakta Kondisi Jasad Korban G30S
REPRO FILM PENGKHIANATAN G30S/PKI/CAPTURE YOUTUBE VIRAL MEDIA
Semua organ tubuh para perwira tinggi AD yang dibunuh di Lubang Buaya masih utuh sama sekali. 5 Adegan Film Pengkhianatan G30S/PKI yang Dinilai Tak Sesuai Fakta Sejarah: 1 Bagian Sangat Mencolok 

TRIBUNNEWS.COM - Kesaksian dokter yang mengotopsi jenazah para korban G30S, kondisi jenazah tak seperti yang diberitakan, tak ada bekas siksaan sebelum dibunuh, hingga berseberangan dengan pernyataan Soeharto.

Dokter mengungkap fakta terkait kondisi jenazah korban G30S yang diotopsi.

Menurutnya, kondisi jenazah tak seperti yang diberitakan di media massa.

Seperti diketahui, peristiwa G30S meletus pada tanggal 30 September 1965, atau sekitar 53 tahun lalu.

Peristiwa tersebut telah memakan korban sejumlah jenderal TNI, dengan diawali penculikan para jenderal.

Mereka kemudian dibawa ke sebuah daerah di Lubang Buaya, Jakarta Timur, dan mengalami siksaan hingga tewas.

Seusai tewas, jenazah mereka kemudian dimasukkan ke dalam sumur tua.

Dalam buku "Soeharto Bagaimana Ia Bisa Melanggengkan Kekuasaan Selama 32 Tahun?" karangan Peter Kasenda disebutkan, beberapa jam setelah pengangkatan jenazah para korban G30S di Lubang Buaya, Soeharto mengeluarkan perintah pembentukan tim forensik.

Tim tersebut terdiri dari Brigjen dr Roebiono Kertopati, dan Kolonel dr Frans Pattiasina.

Selain itu, juga masih ada tiga ahli forensik sipil dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr Sutomo Tjokronegoro, dr Laiuw Yan Siang, dan dr Liem Joe Thay.

BACA SELENGKAPNYA>>>

Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved