Kasus Imam Nahrawi

Gali Keterangan Dari Tiga Pegawai Kemenpora, KPK Telisik Alur Pemberian Suap Untuk Imam Nahrawi

Febri Diansyah mengatakan pihaknya mendalami alur suap dalam proses dana hibah KONI melalui Kemenpora.

Gali Keterangan Dari Tiga Pegawai Kemenpora, KPK Telisik Alur Pemberian Suap Untuk Imam Nahrawi
Tribunnews/JEPRIMA
Eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi resmi mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019). Imam Nahrawi menjadi tersangka kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI sebesar Rp 26,5 miliar, Uang suap diduga itu diberikan secara bertahap sejak 2014-2018. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan pihaknya mendalami alur suap dalam proses dana hibah KONI melalui Kemenpora.

Hal tersebut dilakukan KPK setelah merampungkan pemeriksaan terhadap tiga saksi.

Mereka antara lain mantan Kabiro Keuangan Kemenpora Bambang Tri Djoko, Staf Biro Keuangan Kemenpora Sibli Nurjama, dan mantan PNS di Kemenpora Supriono.

Ketiganya diperiksa untuk tersangka mantan Menpora Imam Nahrawi, Senin (30/9/2019).

"Penyidik mendalami keterangan saksi terkait pemberian suap kepada pihak tersangka," ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Baca: Kapolres Jakarta Pusat Borong Minuman Dari Pedagang Keliling Usai Amankan Unjuk Rasa

Baca: Warga Kebingungan Cari Jalan Pulang Akibat Kericuhan yang Terjadi di Kawasan Semanggi

Baca: BNPT Rangkul 36 Kementerian dan Lembaga Atasi Permasalahan Terorisme di Tiga Provinsi

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka suap dana hibah KONI.

Selain suap, keduanya juga dijerat gratifikasi. Imam Nahrawi melalui Ulum diduga telah menerima uang total Rp26,5 miliar.

Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora, kemudian jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

KPK menduga uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Halaman
1234
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved