Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Polisi Terjunkan 20.500 Personel Amankan Aksi Demo Hari Ini di Gedung DPR/MPR

Jumlah personel yang dikerahkan tersebut meningkat jika dibandingkan dengan aksi unjuk rasa yang digelar 24-25 September lalu

Polisi Terjunkan 20.500 Personel Amankan Aksi Demo Hari Ini di Gedung DPR/MPR
Tribun Timur/Sanovra Jr
Sejumlah mahasiswa melemparkan batu ke arah mobil water cannon Polisi saat mengikuti aksi unjuk rasa di Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (24/9/2019). Aksi unjuk rasa mahasiswa gabungan dari universitas se-Makassar yang menuntut penolakan terhadap pengesahan UU KPK dan RKUHP itu berujung bentrok saat dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian. Tribun Timur/Sanovra Jr 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi akan menerjunkan 20.500 personel untuk pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar di depan Gedung DPR/MPR yang akan berlangsung hari ini, Senin (30/9/2019).

Jumlah personel yang dikerahkan tersebut meningkat jika dibandingkan dengan aksi unjuk rasa yang digelar 24-25 September lalu yang mencapai 18.000 personel gabungan.

"Jumlah (personel) cukup untuk pengamanan. Sebanyak 20.500 personel gabungan disiapkan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Senin (30/9/2019).

Sejumlah elemen mahasiswa dijadwalkan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI hari ini.

Mereka merupakan aliansi mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta. 

Agenda demo kali ini tetap menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK).

"Sementara (akan ada) seribuan (massa menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI)," tutur Argo.

Baca: Pernyataan Politik Permadi Dikritik, Dituding Adu Domba TNI untuk Gagalkan Pelantikan Presiden

Sebelumnya, aksi unjuk rasa telah dlakukan aliansi mahasiswa, pelajar dan masyarakat sipil dari berbagai daerah pada Selasa (24/9/2019) dan Rabu (25/9/2019) pekan lalu.

Baca: Fahri Hamzah: Jokowi Bisa Jatuh di Tengah Jalan Kalau Pilih Kabinet Isi Pembebek dan ABS

Aksi tersebut berujung ricuh dengan aparat keamanan di Kompleks Parlemen Senayan.

Hingga Jumat (27/9/2019), sebanyak 36 orang yang terdiri dari 12 pelajar dan 24 mahasiswa ditetapkan tersangka kerusuhan oleh polisi.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved