Breaking News:

Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Sisa Gas Air Mata Masih Terasa di Pejompongan, Warga Bagikan Air kepada Pengendara yang Melintas

Tampak beberapa pengendara meminggirkan kendaraannya sejenak untuk membasuk muka di tempat ini.

Tribun Jakarta/Elga Putra
Warga menyediakan air bersih untuk membantu warga yang keperihan terkena sisa gas air mata di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sisa gas air mata yang masih terasa di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat membuat warga berinisiatif untuk membantu pengendara yang merasakan perih.

Pantauan TribunJakarta.com Pukul 12.15, beberapa warga yang juga pedagang mebel di Jalan Pejompongan arah Karet menyediakan air bersih bagi para pengendara yang ingin membasuh mukanya untuk mengurangi perihnya gas air mata.

"Yang matanya perih minggir dulu, ayo mimggir dulu biar enggak macet," ujar warga menawarkan bantuan kepada pengendara yang melintas, Selasa (1/10/2019).

Baca: Planet raksasa yang seharusnya tidak ada karena ukuran lebih besar dari pada bintangnya, ditemukan

Baca: Mahasiswa Mulai Bergerak Menuju Kawasan DPR RI

Menggunakan selang, warga mengaliri air ke tangan para pengendara untuk membasuh mukanya.

Tampak beberapa pengendara meminggirkan kendaraannya sejenak untuk membasuk muka di tempat ini.

"Saya dari Kebayoran Lama mau ke Senen, pas lewat perlintasan kereta itu terasa perih banget," kata Zacky, pengendara ojek online yang tengah membasuh mukanya.

Sementara itu, Dodo, salah satu warga yang menyediakan air bersih mengatakan, pihaknya spontanitas untuk membantu pengendara lantaran sisa gas air mata memang masih sangat terasa di kawasan ini.

"Baru mulai pagi tadi saja, soalnya sisanya masih terasa banget kasihan pengendara yang melintas," kata Dodo.

Akibat kericuhan semalam, Dodo dan para pedagang di Jalan Pejompongan terpaksa menutup tokonya lebih cepat.

Beruntung, tokonya tak turut menjadi sasaran kericuhan. 

Hanya jalanan di depannya saja yang dipenuhi batu dan bekas bakaran ban. Namun saat ini kondisinya sudah dibersihkan.

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved