Aliansi Relawan Jokowi Minta Kepolisian Bongkar Dalang Aksi Anarkis Jelang Pelantikan Presiden

Ia juga meminta kepada semua pendukung dan relawan Jokowi-Maruf Amin untuk bersatu sebagai bentuk kesetiaan kepada Presiden Jokowi.

Aliansi Relawan Jokowi Minta Kepolisian Bongkar Dalang Aksi Anarkis Jelang Pelantikan Presiden
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Penanggung Jawab Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Haidar Alwi dalam diskusi 'Dinamika Politik Jelang Pelantikan Jokowi 2019' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penanggung Jawab Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Haidar Alwi medesak kepolisian segera membongkar dalang di balik aksi-aksi demontrasi yang berujung anarkis jelang pelantikan presiden periode 2019-2024.

Ia juga meminta kepada semua pendukung dan relawan Jokowi-Maruf Amin untuk bersatu sebagai bentuk kesetiaan kepada Presiden Jokowi.

"Tensi politik menyongsong Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2019 semakin memanas dan mencekam. Tak bisa dipungkiri, rentetan kejadian dan aksi massa yang marak belakangan ini sangat mungkin ditunggangi," kata Haidar Alwi dalam diskusi 'Dinamika Politik Jelang Pelantikan Jokowi 2019' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019).

Baca: Mengenal Sosok Lora Fadil, Anggota DPR RI yang Ajak 3 Istrinya ke Acara Pelantikan di Senayan

Baca: Pelatihan Tanggap Bencana Bagi Pemagang Indonesia Diselenggarakan Kepolisian Jepang

Baca: Suami Sering Keluar Malam Tinggalkan Anak Istri, Langsung Kapok saat Tahu Ada Orang Lain di Rumahnya

Haidar pun menyebut, beberapa kejadian mulai dari bentokan di Wamena, Karhutla di Riau dan Kalimantan, hingga aksi demonstrasi mahasiswa dan pelajar yang berujung bentrok sebagai rentetan kejadian yang tidak mungkin berdiri sendiri.

"Banyak kepentingan yang bermain di balik aksi-aksi itu. Bahkan ada dugaan kuat kaum radikal dan intoleran menjadi penyokong berbagai aksi yang mengancam keutuhan bangsa ini," kata Haidar.

Haidar juga mengatakan, saat ini Presiden Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dalam kondisi terdesak.

Meski, Jokowi-Maruf Amin telah sah dan konstitusional menjadi Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024.

Baca: Mahfud MD Bongkar Suasana Rapat dengan Jokowi saat Bahas Perppu KPK: Tertawa-tawa Semuanya

"Walau Jokowi-Amin sudah memiliki legalitas dari hasil pemungutan suara rakyat pada 17 April 2019 lalu. Namun kelompok penunggang aksi-aksi anarkis ini, masih akan terus menggoyang pak Jokowi," katanya.

Ia juga menambahkan, Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) masih setia dan solid memegang teguh konstitusi dengan berpedoman pada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta konsisten menjaga NKRI.

Halaman
1234
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved