Sabtu, 30 Mei 2026

Bamsoet Vs Muzani Berebut Ketua MPR, PDIP Dukung Siapa?

PDI Perjuangan masih menunggu perintah Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri terkait arah dukungan Ketua MPR Ri periode 2019-2024.

Tayang:
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Sidang Paripurna MPR RI, Rabu (2/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan masih menunggu perintah Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri terkait arah dukungan Ketua MPR Ri periode 2019-2024.

Hal itu disampaikan Politikus PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno kepada Tribunnews.com, Rabu (2/10/2019).

Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto menunjuk Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai calon Ketua MPR.
Sedangkan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto mencalonkan Ahmad Muzani.

Hendrawan mengatakan, dua partai yang mengincar jabatan Ketua MPR, Golkar dan Gerindra sama-sama memiliki sisi positif yang dapat dijadikan bahan pertimbangan Megawati.

Baca: Bantah Gugat Cerai Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari Ungkap Alasan sang Suami Marah: Lagi Ngambek

Baca: Live Streaming TV Online Indosiar Arema vs PSM Liga 1 2019, Lengkap Susunan Pemain, Akses di Sini

Baca: Viral Ayah Jadi Korban Pembunuhan Berantai, Bayi 18 Bulan Ingin Bantu Timbun Makam, Pelayat Terenyuh

"Kami tunggu arahan dari Ketum," ujar Hendrawan.

Sejauh ini kata dia, pimpinan-pimpinan Fraksi masih gencar menjalin komunikasi dalam pemilihan Ketua MPR yang akan dilaksanakan Kamis (2/10/2019) esok.

"Biarlah komunikasi lintas-Fraksi berjalan dulu," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Politikus PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan.

Trimedya menjelaskan pula, Megawati memiliki kedekatan dengan Prabowo dan Airlangga.

"Jadi kalau semuanya itu bisa aja Pak Muzani, Pak Bamsoet, tergantung menit-menit terakhirnya," ujar anggota DPR RI ini kepada wartawan, di Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

"Nanti gongnya bagaimana perintah ibu Megawati lah. Dua itu memang nama yang capable dan jam terbangnya sudah ok," jelasnya.

Calon Ketua MPR

Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar rapat paripurna pemilihan pimpinan MPR pada Rabu (2/10/2019) hari ini.

Rapat paripurna dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB mengagendakan seluruh fraksi menyerahkan nama pimpinan MPR.

"Perwakilan fraksi-fraksi masing-masing menyampaikan nama-nama yang akan diajukan," ujar Wakil Ketua sementara MPR Hillary Brigitta Lasut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

Baca: Viral Ayah Jadi Korban Pembunuhan Berantai, Bayi 18 Bulan Ingin Bantu Timbun Makam, Pelayat Terenyuh

Berdasarkan Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD yang baru direvisi, pimpinan MPR berjumlah 10 orang.

Jumlah itu terdiri dari perwakilan 9 fraksi dan satu unsur DPD.

Artinya, setiap fraksi akan mendapat jatah kursi pimpinan.

Namun siapa calon ketua MPR RI belum ditetapkan.

Dari 10 pimpinan MPR yang diusulkan, nantinya akan dipilih 1 orang sebagai ketua MPR RI.

Saat ini dua orang mengemuka sebagai ketua MPR RI.

Mereka adalah Bambang Soesatyo dari Partai Golkar dan Ahmad Muzani dari Partai Gerindra.

Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengajukan diri jadi ketua MPR namun kemarin dia dipilih jadi wakil ketua DPR RI.

Praktis cuma Bambang Soesatyo dan Ahmad Muzani yang mengemuka jadi calon kuat ketua MPR.

Diminta mengalah

Kemarin, Ahmad Muzani berharap Bamsoet yang Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu bisa mengalah demi terciptanya konsensus antar fraksi di pimpinan MPR RI.

"Nanti mudah-mudahan Bamsoet nanti mengalah untuk konsensus. Yo wis (re: Ya sudah) Gerindra saja (untuk posisi Ketua MPR)," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019) malam.

Muzani menyebut kursi pimpinan MPR yang terdiri dari satu Ketua, dan sembilan Wakil Ketua bisa terbentuk atas dasar musyawarah.

Hal ini senada dengan kepanjangan dari nama MPR itu sendiri, yakni Majelis Permusyawaratan Rakyat.

"Namanya MPR. Majelis Permusyawaratan Rakyat. Jadi permusyawaratan diutamakan, begitu," ungkap dia.
Lebih lanjut, Muzani mengatakan tujuan dirinya ditunjuk sebagai perwakilan Partai Gerindra tak lain karena semangat untuk memberikan keseimbangan peran kelembagaan.

Ia menilai jika sebuah pemerintahan diisi dengan komposisi yang pas antara kubu oposisi dan kubu pemerintah, maka hal ini disebut bisa menciptakan keseimbangan peran dan fungsi saling kontrol.

"Itu apabila ada berbagi peran dalam proses kelembagaan negara. Presiden dan Wakil Presiden semua sudah tahu, DPR (dari) PDI-P, DPR (kemarin) sudah Golkar, MPR (kemarin) sudah PAN, sebelumnya PDI-P, sebelumnya PKS," tegas Muzani.

Untuk itu, Gerindra kini tengah melancarkan lobi-lobi demi membangun pengertian, pemahaman kepada sesama calon pimpinan MPR yang ditunjuk setiap parpol, serta satu orang perwakilan DPD RI.

Lobi-lobi ini diharapkan berujung pada satu kesepakatan yang disetujui masing-masing pihak.

"Karena itu ya sekarang prosesnya lobi, memberi pengertian, pemahaman, supaya konsensus itu bisa dicapai," pungkas dia.

PPP Dukung Bamsoet

Politikus PPP Arsul Sani mengungkapkan dirinya diajukan sebagai pimpinan MPR periode 2019-2024 oleh partainya.

Arsul mengatakan, surat keputusan pengajuan diirinya sebagai Ketua MPR telah dikirim ke Sekjen MPR pagi ini.

"Memang DPP PPP memutuskan tadi malam bahwa untuk pimpinan MPR yang merupakan jatah PPP saya yang diajukan. Suratnya pagi ini kita ajukan kepada Sekjen MPR," ungkap Arsul sebelum rapat paripurna MPR, Rabu (2/10/2019).

Terkait dinamika pemilihan Ketua MPR, ia mengatakan proses tersebut dinamis.

Namun, ia menyatakan PPP mendukung legislator Golkar Bambang Soesatyo menjadi Ketua MPR.

"Kalau PPP secara terbuka saya sampaikan kami mendukung Bamsoet untuk menjadi ketua MPR," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved