Minggu, 31 Agustus 2025

PKS: Bamsoet dan Muzani Sama-sama Punya Kompetensi untuk Jadi Ketua MPR

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menjelaskan, Golkar menang jumlah kursi, sementara Gerindra menang jumlah suara di Pileg 2019 lalu.

Editor: Sanusi
Tribunnews.com/Fransiskus
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo atau Bamsoet saat ditemui di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Sabtu (24/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai dua partai yang mengincar jabatan Ketua MPR, Golkar dan Gerindra sama-sama memiliki sisi positif yang dapat dijadikan bahan pertimbangan.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menunjuk Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai calon Ketua MPR.

Sedangkan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto mencalonkan Ahmad Muzani.

Bambang Soesatyo saat menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Nasional dengan tema 'Peranan DPR RI dalam Pengawasan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi di Indonesia' di Universitas Moestopo (Beragama), Jakarta, Sabtu (31/8).
Bambang Soesatyo saat menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Nasional dengan tema 'Peranan DPR RI dalam Pengawasan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi di Indonesia' di Universitas Moestopo (Beragama), Jakarta, Sabtu (31/8). (DPR RI)

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menjelaskan, Golkar menang jumlah kursi, sementara Gerindra menang jumlah suara di Pileg 2019 lalu.

Karena itu Golkar dan Gerindra dinilai layak menduduki kursi Ketua MPR RI periode 2019-2024.

"Dua parpol ini layak menduduki ketua MPR. Golkar menang jumlah kursi dan Gerindra menang jumlah suara," ujar mantan Wakil Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kepada Tribunnews.com, Rabu (2/10/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, Bambang Soesatyo dan Muzani sama-sama memiliki kompetensi untuk menduduki jabatan Ketua MPR.

Sekjen Gerindra Dan Wakil Ketua BPN, Ahmad Muzani di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dijadwalkan, Jumat, (24/5/2019).
Sekjen Gerindra Dan Wakil Ketua BPN, Ahmad Muzani di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dijadwalkan, Jumat, (24/5/2019). (Tribunnews.com/ Taufik Ismail)

Mardani melihat, PDI Perjuangan akan menjadi penentu siapa yang akan menduduki Ketua MPR RI.

"Lobi kedua parpol pada parpol lain khsususnya PDIP akan menjadi penentu," jelasnya.

Bagaimana dengan posisi PKS?

Mardani menjelaskan, masih dibahas di internal fraksi PKS.

"Masih kita bincangkan," kata Mardani.

Baca: Peringati Hari Batik Nasional 2019, Simak 13 Fakta Batik yang Jarang Diketahui

Baca: Karaoke, Sarana Santai Nunung Srimulat Selama Rehab di RSKO

Baca: Sinergi BUMN, BRI - Pegadaian Teken Kerjasama Strategis

Yang jelas, kata Mardani, Ketua MPR haruslah figur yang mampu menyatukan bangsa dan negara.

"Siapapun ketua MPR mesti figur yang mampu menyatukan bangsa. Ketua MPR harus ada di tengah mesti menyatukan," ucapnya.

Sebelumnya, rapat paripurna yang dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB mengagendakan seluruh fraksi menyerahkan nama pimpinan MPR.

Berdasarkan Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD yang baru direvisi, pimpinan MPR berjumlah 10 orang.

Jumlah itu terdiri dari perwakilan 9 fraksi dan satu unsur DPD.

Calon Ketua MPR mengerucut kepada dua nama, Bambang Soesatyo dan Muzani.

Pimpinan MPR akan dilakukan pada Kamis (3/10/2019).

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan