Rusuh di Papua

Ngabalin Klaim Situasi di Wamena dan Jayapura Kondusif

Menurut Ngabalin, kondisi yang sama juga terjadi di Jayapura, Papua. Dari informasi keluarganya, situasi daerah tersebut juga telah cenderung kondusif

Ngabalin Klaim Situasi di Wamena dan Jayapura Kondusif
HANDOUT
Pembersihan puing kerusuhan di Pasar Wouma, Wamena, oleh personel TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya bersama polisi dan masyarakat, Jumat (4/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah mengklaim kondisi Wamena, Papua telah berangsur pulih usai kerusuhan di daerah tersebut pecah beberapa waktu lalu. Kini, situasinya diklaim cenderung terkendali.

Penegasan itu diungkapkan oleh Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin saat ditemui di acara dikusi di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

"Wamena sudah selesai. Alhamdulilah situasinya sangat terkendali, alhamdulilah hari ini orang sudah hidup dengan baik. Saya bisa bilang begitu karena keluarga saya di sana, paman, adik ipar, tinggal di sana, mereka telepon dan memberikan kabar," katanya.

Baca: Ruang Tunggu dan Gudang di Rutan Pondok Bambu Kebakaran

Menurut Ngabalin, kondisi yang sama juga terjadi di Jayapura, Papua. Dari informasi keluarganya, situasi daerah tersebut juga telah cenderung kondusif.

"Kami ini kan orang Papua. Jadi memang mendapatkan informasi tentang situasi keadaan di Papua Wamena, saya terima kasih sudah ditanya, sehingga saya bisa menyampaikan fakta berita mutakhir tentang perkembangan Wamena dan Papua," pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI merilis sebanyak 31 orang meninggal dunia akibat kerusuhan Wamena, Papua hingga Senin (1/10/2019). Hal itu diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek.

Baca: Kesaksian Pengungsi yang Ditolong Warga Asli Wamena Saat Kerusuhan

Berdasarkan data Kemenkes, ada juga sebanyak 14 korban kerusuhan yang masih dalam perawatan di Wamena.

Sedangkan 22 korban dirujuk ke Jayapura dan ada 62 korban telah mendapatkan pengobatan dan diperbolehkan pulang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved