Polisi Tangkap 3 Orang Pembuat dan Penyebar Hoaks Video Yel-yel TNI 'Macan jadi Kucing'

Kasubdit II Dirtipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul mengatakan pelaku sengaja mengedit salah satu video anggota TNI.

Polisi Tangkap 3 Orang Pembuat dan Penyebar Hoaks Video Yel-yel TNI 'Macan jadi Kucing'
Tribunnews.com/VINCENTIUS JYESTHA
Kasubdit II Dirtipidsiber Kombes Pol Rickynaldo Chairul dan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra saat konferensi pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap tiga orang yang membuat dan menyebarkan hoaks terkait yel-yel anggota TNI dengan caption 'Macan jadi Kucing'.

Pelaku yang diketahui bernama Dini Andika alias Andika Phe-toys (34) diketahui berperan sebagai pembuat dan penyebar hoaks. Sementara dua orang pelaku lainnya yakni Maryanto alias Marrio Marrianto Rossoneri (36) dan Abdul Rohman alias Rohman Abd (32) diketahui turut menyebarkan hoaks itu.

Kasubdit II Dirtipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul mengatakan pelaku sengaja mengedit salah satu video anggota TNI yang sedang melakukan gerakan yel-yel. Tak hanya itu, yel pasukan loreng diubah oleh pelaku menjadi 'Macannya jadi Kucing'.

Baca: Sirclo Luncurkan Connexi untuk Permudah Pengelolaan Toko Online di Marketplace

Baca: Najima Novel Karya Kayana N Ozora, Remaja 14 Tahun Besok Diluncurkan

Baca: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 5 Oktober 2019: Capricorn Bad Mood, Libra Dapat Peluang, Taurus Lega

"Dengan hasil sebuah video dimana pasukan TNI sedang melaksanakan gerakan yel-yel sementara untuk suara hasil suntingan dari rekaman suara yel-yel salah satu suporter bola dalam sebuah pertandingan di stadion," ujar Rickynaldo dalam konferensi pers, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019).

Hasil editing video itu pun kemudian disebar pelaku melalui media sosial seperti grup-grup WhatsApp dan juga telegram.

Berdasarkan analisa dan pemeriksaan jajarannya, ia menyebut motif pelaku mengedit yel-yel TNI itu adalah untuk memecah belah sinergitas TNI-Polri.

Selain itu, kata dia, video tersebut ditengarai pula sebagai upaya memperkeruh suasana antara TNI-Polri dalam melakukan pengamanan. Terutama, di saat banyaknya aksi unjuk rasa kepada pemerintah.

"Pelaku menyebarkan video yel-yel TNI tersebut dalam akun media sosial adalah dengan maksud pelaku merasa terbawa suasana dan juga pelaku mencari perhatian netizen, agar postingannya tersebut banyak respon, tanggapan dan komentar dari teman netizen," jelasnya.

Atas perbuatannya, polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 35 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 (1) UU no.1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan/atau Pasal 207 KUHP dan/atau Pasal 208 KUHP dengan ancaman pidana hukuman 9 tahun penjara.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved