Rusuh di Papua

Pengungsi Sebut Para Perusuh di Wamena Tahu Rumah Warga yang Tidak Boleh Dibakar, Ada Tandanya

Amin menuturkan bahwa keanehan ini juga disadari oleh para korban selamat dari kerusuhan yang lainnya.

Editor: Hasanudin Aco
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Pengungsi dari Wamena, Papua, tiba di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, dengan menggunakan pesawat Hercules TNI AU, Selasa (2/10/2019). Sebanyak 120 pengungsi yang berasal dari Jawa Timur tiba di Malang untuk kembali ke daerah asal, pasca kerusuhan di Wamena yang mengakibatkan 33 orang tewas. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWS.COM, SENTANI - Pengungsi Wamena di Distrik Sentani, Jayapura, Papua, Amin (40) akui menemukan keanehan saat kerusuhan di Wamena, Papua pada 23 September 2019 lalu.

Amin menuturkan bahwa keanehan ini juga disadari oleh para korban selamat dari kerusuhan yang lainnya.

Keanehan ini, kata Amin, adalah terkait adanya bonggol pisang dan kayu pohon kasuari.

Jika dua benda ini ditempatkan di depan rumah, maka rumah tersebut tidak dihancurkan atau dibakar oleh massa.

"Itu sebetulnya tidak tahu ya, kalau ini sejujurnya saya ini, kalau ada tanda di depannya ada bonggol pisang dengan kayu kasuari sebatang, itu (rumah) tidak dibakar," kata Amin saat ditemui TribunnewsBogor.com pengungsian Sentani Jayapura, Rabu (2/10/2019).

Baca: Pemerintah Terus Pulihkan Kondisi Keamanan di Wamena Untuk Tekan Eksodus

Dia mengatakan bahwa dua benda tersebut seperti sebuah tanda yang diletakan sebelum kerusuhan.

Sehingga saat kerusuhan terjadi, tidak semua rumah atau kios di Wamena dibakar atau dihancurkan massa.

"Seperti tanda. Tanda apa?, itu lah saya tanda tanya. Ada apa ini sebetulnya ?," kata pria yang sudah tinggal di Wesaput, Wamena sejak tahun 2013 itu.

Rumah yang hangus dibakar saat kerusuhan di Wamena Papua.
Rumah yang hangus dibakar saat kerusuhan di Wamena Papua. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Sementara, bagi Amin, kerusuhan yang terjadi di Wamena tanggal 23 September itu sama sekali tidak ia duga.

Dia tidak menduga ada massa tak dikenal berdatangan bawa bensin pasca demo mahasiswa di depan kantor Bupati Jayawijaya.

"Kalau misalkan ada isu-isu begini-begini, kita ini patuh tidak usah keluar rumah. Tidak keluar rumah, tidak apa-apa. Ini tidak ada kabar ini, berita-berita tidak ada, sampai terjadi begini," ungkap Amin.

Perusuh tua dan berjenggot

Para pengungsi mengakui bahwa dalam kerusuhan di Wamena, tidak semua warga Wamena terlibat dalam kerusuhan tersebut.

Halaman
1234
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved