Gandeng Research Synergy, UT Gelar Konferensi Internasional tentang Inovasi Pendidikan

Sektor pendidikan saat ini menjadi pilar penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang lebih mumpuni.

Gandeng Research Synergy, UT Gelar Konferensi Internasional tentang Inovasi Pendidikan
Istimewa
Foto. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sektor pendidikan saat ini menjadi pilar penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang lebih mumpuni. Perkembangan jaman membuat tenaga pendidik dan model pendidikan ikut berubah, termasuk untuk pada peneliti di dunia.

Agar para peneliti mampu mengikuti perubahan ini, Universitas Terbuka bekerjasama dengan Research Synergy, mengadakan konferensi internasional pertama tentang Inovasi dalam Pendidikan dan Pedagogi (ICIEP).

Baca: Bayi Kembar dalam Kandungannya Meninggal, Begini Kondisi Terkini Irish Bella

Baca: 10 Pasangan Tanpa Ikatan Pernikahan Diamankan Satpol PP Dari Hotel Tak Berizin di Cakung

Baca: Hasil Liga inggris - Arsenal Gusur Leicester City, Dekati Manchester City dan Liverpool

Dekan FKIP Universitas Terbuka, Profesor Udan Kusmawan berharap konferensi internasional ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan para peneliti di seluruh dunia, khususnya Indonesia.

"Ini sesuai dengan tema konferensi yaitu, Teknologi Digital Inovatif untuk Pendidikan Berkualitas 4.0," ujar Udan melalui siaran pers, Minggu (6/10).

Dalam kegiatan ini, lanjut Udan, FKIP-UT pun meluncurkan tiga jurnal baru yang erat kaitannya dengan dunia pendidikan. Jurnal pertama yaitu tentang Teori dan Aplikasi dalam Pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah (IJTAESE).

Jurnal ini membahas teori dan praktik pendidikan serta implikasinya terhadap kualitas pengajaran dan pembelajaran di pendidikan dasar dan menengah.

Yang kedua adalah jurnal mengenai Masalah yang Muncul dalam Pendidikan Anak Usia Dini (IJEIECE). Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan forum untuk pertimbangan masalah saat ini dan pengembangan serta pertukaran informasi dan gagasan tentang penelitian dan praksis dalam praktik pengasuhan anak dan anak usia dini (K-3 level) pendidikan guru.

Kemudian, jurnal terakhir yang telah diluncurkan adalah tentang Penelitian dalam Pendidikan STEM (IJRSE). "Kalau yang ni berfokus pada studi pengajaran dan pembelajaran dalam sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM)," ujar Udan.

Sementara itu, Ketua Research Synergy Foundation (RSF) dan juga Co-Conference ICIEP, Hendrati Dwi Mulyaningsih menuturkan, tujuan konferensi internasional ini adalah untuk meningkatkan publikasi internasional bagi semua peneliti. Menurutnya, ekosistem untuk penelitian harus bisa dibangun agar semua peneliti mampu menghasilkan jurnal yang baik

Diadakan pada 5 Oktober 2019 di Atria Hotel, Gading Serpong, beberapa perwakilan dari empat negara diundang untuk berbicara di depan lebih dari seratus audiensi. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D (Universitas Terbuka Chancellor), Prof. Ruth Reynold (Ahli dalam Pendidikan dan pemimpin GERT, Tim Pengajaran Pendidikan dan Penelitian Pendidikan Global, Australia), Prof. Dr. Suminto A. Sayuti (Ahli Kebudayaan dan Bahasa dari Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia), Prof. Patricia S. Moyer-Packenham (Direktur Program Pendidikan dan Kepemimpinan Matematika di Utah State University Amerika), dan Prof. Ahmad Rozelan Yunus (Fakultas Teknologi Manajemen dan Technopreneurship dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka, Malaysia) adalah pembicara utama konferensi.

ICIEP pertama ini adalah versi Internasional dari Seminar Tahunan yang dinamai Temu Ilmiah National Guru (TING) yang dikelola oleh Fakultas Pelatihan Guru dan Pendidikan Universitas Terbuka (FKIP-UT). TING yang bersamaan dengan ICIEP pertama tahun ini adalah TING kesebelasnya yang dilayani oleh FKIP-UT.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved