Pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal Samin Tan kembali Dipanggil KPK

"Dipanggil dengan kapasitasnya sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (7/10/2019)

Pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal Samin Tan kembali Dipanggil KPK
Tribunnews/Ilham
Febri Diansyah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk Samin Tan.

Dia dijadwalkan menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) di Kementerian ESDM.

Baca: Pastikan Kondisi Wamena Aman, Tjahjo: Pengembalian Stabilitas Ekonomi akan Dilakukan Bertahap

"Dipanggil dengan kapasitasnya sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

Samin Tan tercatat sudah tiga kali mangkir pada pemeriksaan sebelumnya dengan pelbagai alasan maupun tanpa keterangan.

Dia mangkir pada pemanggilan terakhir pada Senin (30/9/2019) lalu.

KPK juga sebelumnya telah mengultimatum Samin Tan agar memenuhi panggilan penyidik.

Ultimatum juga ditujukan pada anggota DPR dari Golkar Melchias Marcus Mekeng, untuk diperiksa sebagai saksi Samin Tan pada Selasa (8/10/2019) besok.

"Kami ingatkan agar tersangka dan saksi kooperatif memenuhi panggilan penyidik," ujar Febri, Jumat (4/10/2019).

Dalam perkara ini, tersangka Samin Tan diduga memberikan uang suap senilai Rp5 miliar kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Baca: Rekrutmen CPNS 2019 Segera Dibuka, Simak Formasi, Tahapan Proses Seleksi dan Passing Grade-nya

Pemberian uang dilakukan untuk menyelesaikan pengurusan terminasi kontrak PKP2B Generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) selaku anak usaha Borneo Lumbung Energi & Metal (BLEM) dengan Kementerian ESDM.

KPK menduga Samin Tan menyerahkan uang suap tersebut melalui anak buahnya.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved