Kabinet Jokowi

Jokowi akan Bahas Kabinet dalam Waktu Dekat, Permintaan PDIP hingga Tanggapan Pengamat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membahas kabinet bersama calon menteri dan ketum parpol. PDIP menyebutkan permintaan hingga tanggapan pengamat.

Jokowi akan Bahas Kabinet dalam Waktu Dekat, Permintaan PDIP hingga Tanggapan Pengamat
Grid.ID/Asri Sulistyowati
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membahas kabinet bersama calon menteri dan ketum parpol. PDIP menyebutkan permintaan hingga tanggapan pengamat. 

"Susunan kabinet itu hak prerogatif presiden, tapi tentu dalam demokrasi yang sehat koalisi sebelum pilpres dan pasca-pilpres di dalam kabinet itu seharusnya senapas dan sebangun," imbuhnya.

Disisi lain, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai tidak akan ada masalah jika Jokowi tidak memberikan jatah menteri pada Gerindra.

Dilansir Kompas.com, Pangi menyebutkan Gerindra akan menjadi vitamin bagi pemerintah jika berlaku sebagai oposisi.

Pasalnya, Gerindra akan mengontrol dan mengingatkan pemerintah.

"Saya pikir akan baik-baik saja (jika Jokowi tak beri jatah menteri ke Gerindra)."

Baca: Pimpinan MPR Sepakati Pelantikan Jokowi-Maruf Pukul 14.00 WIB

Baca: Dirumorkan Jadi Menteri Jokowi, Fadli Zon: Enggak Lah, Itu Cuma Isu Saja

"Keberadaan Gerindra sebagai partai oposisi menjadi vitamin bagi pemerintah, karena ada yang mengontrol, mengingatkan," kata Pangi, Selasa malam.

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan keterangan pers di Stasiun MRT Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT dan diakhiri dengan makan siang bersama.
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan keterangan pers di Stasiun MRT Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Pangi pun menilai, apabila Gerindra berada di luar pemerintahan, akan ada kompetisi yang dapat membuat akselerasi kinerja pemerintah dan presiden terpacu.

"Cara menjinakkan partai dengan merekrut kader partai tersebut masuk ke pos kabinet menurut saya itu tradisi lama."

"Tidak ada jaminan juga nanti ketika menteri dari partai tersebut sudah diberikan namun masih menganggu," terangnya.

Menurut Pangi, memberikan jatah menteri pada oposisi akan berdampak negatif pada budaya politik pragmatis ke depannya.

Halaman
1234
Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: sri juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved