Breaking News:

Miryam Ungkap Novel Pernah Sambangi Rumahnya, Tanya Siapa Anggota Komisi III yang Mengintimidasi

"Pagi-pagi pak Novel ke rumah saya waktu saya masih menjadi saksi membawa dua jaksa. Pagi-pagi," kata Miryam S Haryani

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (5/6/2018). Politisi Partai Hanura itu diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik dengan tersangka Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa Miryam S Haryani mengungkapkan penyidik KPK, Novel Baswedan bersama dengan dua orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK pernah mendatangi kediamannya di Tanjung Barat.

Novel datang ke kediaman mantan anggota DPR RI itu satu hari sebelum dia memberikan keterangan sebagai saksi di perkara korupsi proyek pengadaan KTP-elektronik untuk terdakwa Irman dan Sugiharto, mantan pejabat di Kementerian Dalam Negeri, pada 2017 lalu.

Baca: Di Persidangan Tipikor, Bowo Sidik Sebut Rp 1 Miliar Bukan Fee, Tapi Pinjaman untuk Pemilu

"Pagi-pagi pak Novel ke rumah saya waktu saya masih menjadi saksi membawa dua jaksa. Pagi-pagi," kata Miryam S Haryani saat bersaksi untuk terdakwa Markus Nari, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Pada saat itu, Miryam S Haryani mengaku kaget melihat kedatangan Novel Baswedan.

Dia mengungkapkan Novel Baswedan menanyakan mengenai siapa anggota DPR RI yang telah mengintimidasi dirinya terkait kasus korupsi proyek pengadaan KTP-elektronik.

"Dia mengatakan kepada saya, Bu Yani, saya datang mau silaturahmi. Ok, ini kan mau jadi saksi ke pengadilan besok? Iya betul," ungkap Miryam S Haryani.

"Ada apa nih pak, saya kaget beliau membawa dua jaksa. Beliau bilang, tolong dong Bu Yani sebutkan saja nama-namanya Komisi 3 DPR RI," kata dia.

Namun, dia menegaskan, tidak ada anggota DPR RI yang mengintimidasi dirinya.

"Loh kan tidak ada bahasa penekanan dari komisi III. Tidak ada anggota komisi III yang menekan saya," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved