Sri Mulyani & Menkeu Singapura Tandatangani MoU Tautan National Single Window, Ini Fungsinya

Menkeu RI dan Menkeu Singapura menandatangani komitmen pertukaran data ekspor impor secara elektronik dengan tautan National Single Window.

Sri Mulyani & Menkeu Singapura Tandatangani MoU Tautan National Single Window, Ini Fungsinya
Tribunnews/Dea Duta Aulia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di Grab for Good, Jakarta, Selasa (24/9/2019) lalu. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati ternyata turut mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu Perdana Menteri Lee Hsien Loong untuk membahas masalah kerjasama antara RI dan Singapura.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Sri Mulyani melalui unggahan di media sosial Instagram, @smindrawati, pada Rabu (09/10/2019) pagi.

Terlihat sebuah potret dimana Menkeu RI, Sri Mulyani tengah duduk berdampingan dengan Menkeu dan Deputy Prime Minister Singapore, Heng Swee Keat.

Di mana keduanya tengah melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Singapura yang disaksikan langsung oleh Jokowi dan PM Lee.

Dijelaskan lewat tulisannya, Sri Mulyani menjabarkan jika berkas yang ia teken itu merupakan MoU komitmen untuk membangun pertukaran data ekspor impor secara elektronik dengan tautan National Single Window antar dua negara ini.

"Hari Selasa 8 Oktober 2019 di Singapura, saya melakukan penandatangan nota kesepahaman (MOU) antar Indonesia dan Singapura mengenai Komitmen membangun pertukaran data ekspor impor secara elektronik dengan tautan National Single Window antara Indonesia dan Singapura," tulis Sri Mulyani.

Dengan adanya kerjasama ini, Sri Mulyani berharap antara RI dan Singapura akan saling memfasilitasi dan mengamankan arus pedagangan antar data dan informasi yang benar dan akurat.

Jika dilihat keadaan saat ini, data statistik ekspor dan impor RI dan Singapura tidak sikron bahkan tidak konsisten yang memungkinkan terjadinya kejahatan melalui bea cukai, pajak hingga penyelundupan.

"Dengan kerjasama tersebut Indonesia dan Singapura akan memfasilitasi dan mengamankan arus perdagangan berdasarkan data dan informasi yang benar dan akurat.

Selama ini statistik data ekspor dan impor antara Indonesia dan Singapura selalu berbeda, tidak sinkron serta tidak konsisten yang memungkinkan terjadinya kejahatan penghindaran kewajiban kepabeanan dan perpajakan maupun penyelundupan.," jelasnya.

BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>>>>>>>

Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved