Kabinet Jokowi

Tak Masalah Jika Jokowi Tidak Beri Jatah Menteri pada Gerindra, Pengamat: Vitamin bagi Pemerintah

Pengamat menilai tidak masalah jika Jokowi tidak memberi jatah menteri pada Gerindra: Jadi vitamin bagi pemerintah.

Tak Masalah Jika Jokowi Tidak Beri Jatah Menteri pada Gerindra, Pengamat: Vitamin bagi Pemerintah
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Pengamat menilai tidak masalah jika Jokowi tidak memberi jatah menteri pada Gerindra: Jadi vitamin bagi pemerintah. 

TRIBUNNEWS.COM - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai, tidak akan ada masalah jika Joko Widodo (Jokowi) tidak memberikan jatah menteri pada Gerindra.

Pangi menyebutkan, Gerindra akan menjadi vitamin bagi pemerintah jika berlaku sebagai oposisi.

Mengutip Kompas.com, Pangi menilai Gerindra akan mengontrol dan mengingatkan pemerintah.

Presiden Joko Widodo bersama Wapres Jusuf Kalla, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Wapres terpilih Maruf Amien, dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri pembukaan Kongres ke-V PDI Perjuangan di Bali, Kamis (8/8/2019). Kongres yang akan berlangsung sampai hari Sabtu 10 Agustus 2019 tersebut mengagendakan pidato politik Megawati Soekarnoputri dan penyusunan kepengurusan partai. TRIBUN BALI/RIZAL FANANI
Presiden Joko Widodo bersama Wapres Jusuf Kalla, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Wapres terpilih Maruf Amien, dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri pembukaan Kongres ke-V PDI Perjuangan di Bali, Kamis (8/8/2019). (TRIBUN BALI/RIZAL FANANI)

"Saya pikir akan baik-baik saja (jika Jokowi tak beri jatah menteri ke Gerindra)."

"Keberadaan Gerindra sebagai partai oposisi menjadi vitamin bagi pemerintah, karena ada yang mengontrol, mengingatkan," kata Pangi, Selasa (8/10/2019) malam.

Baca: Jokowi akan Bahas Kabinet dalam Waktu Dekat, Permintaan PDIP hingga Tanggapan Pengamat

Baca: Prabowo Disebut Sudah Siapkan Calon Menteri untuk Kabinet Jokowi, Dahnil Anzar Beri Penjelasan

Pangi pun menilai, apabila Gerindra berada di luar pemerintahan, akan ada kompetisi yang dapat membuat akselerasi kinerja pemerintah dan presiden terpacu.

"Cara menjinakkan partai dengan merekrut kader partai tersebut masuk ke pos kabinet menurut saya itu tradisi lama."

"Tidak ada jaminan juga nanti ketika menteri dari partai tersebut sudah diberikan, tapi masih menganggu," terangnya.

Menurut Pangi, memberikan jatah menteri pada oposisi akan berdampak negatif pada budaya politik pragmatis ke depannya.

Ia menilai hal itu bisa mengacaukan fatsun politik Indonesia.

Halaman
1234
Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved