Breaking News:

Akhir Masa Jabatan, Menteri Susi Tuntaskan Janji Presiden Jokowi

Susi Pudjiastuti terus berupaya untuk mewujudkan janji-janji yang ingin dicapai oleh Presiden Joko Widodo selama lima tahun terakhir

Igman Ibrahim
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang berakhir masa jabatan, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti terus berupaya untuk mewujudkan janji-janji yang ingin dicapai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama lima tahun terakhir.

Terakhir, Susi, sapaan akrab menteri Susi Pudjiastuti, meresmikan 16 kegiatan prioritas pembangunan kelautan dan perikanan secara simbolik di Kawasan Perikanan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Kamis (10/10/2019).

Baca: Respons Tak Terduga Susi Pudjiastuti Ketika Didoakan Kembali Jadi Menteri Jokowi oleh Bupati Bone

Baca: Disomasi, BPJS Kesehatan Hapus Foto Joker di Facebook

Salah satu program prioritas yang baru diresmikan ialah membangun gudang pendingin alias cold storage di Muara Baru. Ia membangun 1.000 ton cold storage baru di kawasan tersebut.

"Cold storage ini agar ikan bisa lebih tahan lama untuk ditampung. Agar UMKM juga bisa akses untuk disewa," kata Susi dalam paparannya.

Cold storage itu dibangun menggunakan APBN tahun 2018-2019 sebesar Rp 43 miliar. Bangunan itu berdiri di atas lahan 8.885 meter persegi dengan luas bangunan 5.619 meter persegi yang terdiri dari 2 lantai dan 1 mezanin.

Cold storage tersebut dapat berfungsi sebagai buffer stock untuk menampung ikan yang berasal dari sentra-sentra produksi sehingga pada saat musim ikan, tidak ada lagi ikan yang terbuang dan harga tidak jatuh.

Sebaliknya, pada saat musim paceklik stok ikan di cold storage dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri dan konsumsi masyarakat.

"Pembangunan rantai dingin (cold chain) yang dijanjikan pak presiden sudah terjadi. Selain kita bangun cold storage di semua titik pulau terdepan, aspek mesin juga kita bagikan ke sentra sentra penangkapan ikan. Jadi itu rantai dingin yang luar biasa," ungkapnya.

Namun demikian, ia tak menampik cold storage yang tersedia di Indonesia masih belum ideal.

"Cold storage seharusnya ada di setiap provinsi seluruh indonesia. Setiap 300 Km ada paling tidak 5.000 ton kapasitas pendingin," tuturnya.

Di sisi lain, ia tak menampik beban dari pemerintah membangun cold storage berkurang lantaran banyak pemilik kapal di atas 60 GT telah memiliki alat tersendiri.

"Kapal-kapal sudah ada pendingin. Jadi memang kebutuhan statik storage juga berkurang. Rata rata para pemilik kapal di atas 80 persen sudah punya cold storage," pungkasnya.

Pembangunan Cold Storage merupakan implementasi Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) serta melaksanakan amanat Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 2016 tentang Percepatan Industri Perikanan Nasional serta Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional, pada tahun 2018 – 2019.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved