Rabu, 3 Juni 2026

Arteria Dahlan Pernah Protes Tak Dipanggil KPK 'Yang Terhormat': Malah Pak Tito Panggil Yang Mulia

Arteria Dahlan ternyata pernah protes tak dipanggil 'Yang Terhormat' kepada pimpinan KPK. Ia lalu membandingkan sikap Tito yang panggil Yang Mulia.

Tayang:
Penulis: Miftah Salis
Editor: Sri Juliati
TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Arteria Dahlan ternyata pernah protes tak dipanggil 'Yang Terhormat' kepada pimpinan KPK. Ia lalu membandingkan sikap Tito yang panggil Yang Mulia. 

TRIBUNNEWS.COM - Nama politisi PDI-P Arteria Dahlan tengah menjadi perbincangan hangat seusai pernyataanya terhadap Prof Emil Salim saat membahas soal Perppu KPK.

Tampaknya, Arteria Dahlan memang menjadi sosok yang mendukung adanya UU KPK sejak beberapa tahun lalu.

Ia bahkan pernah protes tak dipanggil KPK dengan sebutan 'Yang Terhormat' dan membandingkan dengan sikap Tito Karnavian yang memanggil KPK dengan sebutan 'Yang Mulia'.

Arteria Dahlan merupakan pengacara sekaligus politisi PDI-P.

Nama Arteria Dahlan hingga Kamis (10/10/2019) pagi pukul 09.13 WIB telah dicuitkan sebanyak 32,8 ribu kali di linimasa Twitter.

Namanya pun menjadi trending nomor 1.

Naman Arteria Dahlan menjadi trending di Twitter
Naman Arteria Dahlan menjadi trending di Twitter

Hal ini merupakan imbas dari aksi Arteria Dahlan saat menjadi bintang tamu di Mata Najwa yang bertajuk "Ragu-Ragu Perpu", tayang Rabu (9/10/2019) malam.

Arteria Dahlan dinilai tak sopan lantaran membentak hingga menyebut Prof Emil Salim sesat.

Baca: Sosok Arteria Dahlan yang Bentak dan Sebut Prof Emil Salim Sesat, Ternyata Pernah Mengumpat Kemenag

Baca: Daftar Harta Kekayaan Arteria Dahlan, Anggota DPR yang Bentak Emil Salim: Punya Utang Rp 8,8 M

Sikapnya yang arogan dan ngotot juga banyak dibicarakan oleh pengguna Twitter.

Dari penelusuran Tribunnews, Arteria Dahlan menjadi satu anggota dari fraksi PDI-P yang ikut menandatangani pengajuan usul inisiatif untuk revisi UU KPK ke Badan Legislasi DPR di tahun 2015.

Arteria Dahlan memang mendukung adanya revisi UU KPK.

Kepada KPK, Arteria Dahlan pernah protes lantaran tak dipanggil dengan sebutan 'Yang Terhormat' saat rapat kerja.

Saat itu, rapat kerja antara Komisi III dengan pimpinan KPK digelar di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, pada Senin (11/9/2017).

Pada saat itu, Arteria Dahlan yang berada di Komisi VIII mendapatkan tugas untuk mengikuti rapat di Komisi III.

Pria 44 tahun tersebut melayangkan protes kepada lima pimpinan KPK setelah diberi kesempatan bicara.

Kelima pimpinan KPK diprotes lantaran tak menyebut anggota DPR dengan panggilan 'Yang Terhormat'.

Saat pimpinan KPK menjawab serta memberi penjelasan, Arteri Dahlan menilai tak ada suasana kebangsaan.

"Ini mohon maaf ya, saya kok enggak merasa ada suasana kebangsaan di sini. Sejak tadi saya tidak mendengar kelima pimpinan KPK memanggil anggota DPR dengan sebutan 'Yang Terhormat'," katanya, dikutip dari Kompas.com.

Arteria menilai, pimpinan KPK sepantasnya memanggil anggota DPR dengan sebutan 'Yang Terhormat' selama rapat.

Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara tersebut membandingkan sikap KPK dengan sikap Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Bahkan Jokowi juga disebut memanggil anggota DPR dengan sebutan 'Yang Terhormat'.

"Malahan Pak Tito memanggil kita kadang dengan sebutan 'Yang Mulia'. Ini pimpinan KPK sejak tadi enggak ada yang memanggil kita dengan sebutan 'Yang Terhormat', tambahnya.

Baca: Warganet Ubah Biodata Arteria Dahlan di Wikipedia dengan Hujatan, Ini Isinya

Baca: Arteria Dahlan vs Emil Salim di Mata Najwa, Emil: Banyak Ketua Partai Ditahan, Apa Itu Bukan Bukti

Permintaan Arteria Dahlan tersebut kemudian dikabulkan oleh pimpinan KPK.

Dari penelusuran Tribunnews, Arteria Dahlan memang sosok yang cukup vokal.

Satu dari sikapnya yang penuh kontroversial adalah pernah mengumpat kasar kepada Kemenag.

"Saya satu komisi satu bulan sama (kasus First Travel) ini, Pak. Ini masalah dapil, Pak. Yang dicari jangan kayak tadi Bapak lakukan inventarisasi, pencegahannya, Pak."

"Ini Kementerian Agama bang**t, Pak, semuanya, Pak," kata Arteria Dahlan dalam rapay bersama Komisi III dengan Kejaksaan Agung dan Kementerian Agama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (28/3/2018).

Pernyataan tersebut kemudian disayangkan oleh berbagai pihak.

Terbaru, Arteria Dahlan bersikap tak sopan kepada ekonom Prof Emil Salim.

Arteria Dahlan tampak ngotot dan dengan nada tinggi menyela setiap pembicaraan Prof Emil.

Saat Prof Emil menjelaskan, seolah Arteria Dahlan enggan mendengarkan dan pilih terus menyanggahnya.

"Di dalam aturan Undang-undang KPK ada kewajiban menyampaikan laporan," kata Prof Emil Salim.

Belum selesai penjelasan Prof Emil, Arteria Dahlan dengan nada tinggi menyela.

Ia bahkan juga menunjuk-nunjuk Prof Emil.

"Nggak pernah dikerjakan Prof, Prof tau nggak? Saya di DPR, Prof," kata Arteria Dahlan.

Baru ingin menjelaskan, Arteria Dahlan terus ngotot dan mencecar Prof Emil.

Ia bahkan menyebut Prof Emil sesat.

"Mana Prof? Prof sesat. Ini namanya sesat," katanya.

(Tribunnews.com/Miftah)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved