Pelantikan Jokowi & Maruf Amin

Bamsoet Minta Mahasiswa 'Cooling Down' Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Ajakan itu merupakan bentuk kepentingan negara yang lebih besar yakni pelantikan presiden dan wakil presiden.

Bamsoet Minta Mahasiswa 'Cooling Down' Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo (kiri) dan KH Ma'ruf Amin (kanan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo menyampaikan pesan kepada para mahasiswa dan organisasi pergerakan lainnya agar cooling down jelang pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019, mendatang.

Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet ini, ajakan itu merupakan bentuk kepentingan negara yang lebih besar yakni pelantikan presiden dan wakil presiden.

Hal itu disampikan Bamsoet saat sesi wawancara khusus dengan Tribun di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

"saya mau menyampaikan pesan kepada adik-adik mahasiswa dan kawan-kawan menggerakan atau yang mendorong gerakan itu, mari kita cooling down. Ada kepentingan bangsa yang besar (pelantikan presiden,red)," kata Bamsoet.

Baca: Penderita Gangguan Jiwa Disamakan Joker, BPJS Kesehatan Kena Somasi

Baca: Gemini Jangan Main-main, Suka Cita Libra, Ini Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 10 Oktober 2019

Baca: 5 Fakta Kaesang Pangarep Lulus S1 di Singapura: Tak Ngaku Anak Presiden hingga Ini Tempat KKN-nya

Meski demikian, politisi Partai Golkar ini menegaskan tidak melarang mahasiswa atau organisasi lainnya untuk berunjuk rasa. Namun, Bamsoet meminta untuk tanggal 20 Oktober tidak ada unjuk rasa.

Unjuk rasa, lanjut Bamsoet, bisa dilakukan selepas tanggal 20 Oktober.

"Kita jaga kehikmatan prosesi pelantikan presiden tanggal 20 Oktober. Kalau mau demo kan masih ada tgl 21, 22 dan 23. Tapi tolong tanggal 20 ini akan berdampak pada ekonomi," ucap Bambang.

Eks Ketua DPR ini menjelaskan maksud himbauan untuk mahasiswa tidak melaksanakan unjuk rasa pada hari pelantikan presiden dan wakil presiden.

Bamsoet menilai, jika ada unjuk rasa di hari pelantikan bisa muncul ketidak percayaan asing terhadap bangsa Indonesia terutama di bidang ekonomi.

Terlebih, sejumlah tamu negara dari negara sahabat hadir langsung dalam pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

"Kita akan dinilai bagus soal itu kemudian menilai negara aman buat investasi tentu kalau besok pelantikan presiden berjalan dengan smooth, lancar, tertib, damai, aman. Tapi sebaliknya kalau besok ada sedikit saja katakanlah unjuk rasa nanti akan membawa pesan yang jelek bagi dunia internasional," ungkap Bamsoet.

"Kalau kepercayaan asing berkurang dan dampaknya ke ekonomi. Kalau kita ekonomi terganggu ujung-ujungnya yang sengsara rakyat bukan orang lain," tambahnya.

Selain itu, Bamsoet menyebut bahwa pelantikan presiden merupakan suatu kewibawaan negara di mata internasional.

"Ini menyangkut juga kewibawaan kita sebagai negara ini bukan hanya soal pelantikan presiden tapi ini soal bangsa kedepan," jelasnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved