Rusuh di Papua

Benny Wenda Minta Polisi dan TNI Ditarik dari Papua, Mabes Polri: Dia Siapa?

Oleh karena itu, kata Asep, apabila NKRI ini terancam, aparat keamanan baik itu kepolisian maupun TNI harus dengan cepat mengamankannya.

Benny Wenda Minta Polisi dan TNI Ditarik dari Papua, Mabes Polri: Dia Siapa?
SBS News
Benny Wenda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri merespons salah satu permintaan Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda untuk menarik pasukan TNI-Polri dari Papua.

"Dia siapa? Yang penting untuk melindungi negara kita ini, ya kita sendiri, bukan orang lain. Yang bertanggung jawab terhadap NKRI ini adalah kita," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Bareskrim Polri Kombes Asep Adi Saputra di Bareskrim Polri, Rabu (9/10/2019) dikutip dari Kompas.com.

Oleh karena itu, kata Asep, apabila NKRI ini terancam, aparat keamanan baik itu kepolisian maupun TNI harus dengan cepat mengamankannya.

Baca: Terungkap! Cara Kerja Buzzer Hoaks yang Bikin Propaganda soal Papua, Biayanya Miliaran Rupiah

Baca: Gubernur Papua Sesalkan Kurangnya Pemberitaan Media soal Pengungsi Nduga: Sudah Tahu tapi Dibiarkan

Termasuk dengan situasi dan kondisi yang terjadi di Papua dan Papua Barat beberapa waktu lalu.

"Jadi kalau ada yang mengancam NKRI ini, maka kita yang harus cepat mengamankan," kata dia.

Adapun Benny Wenda meminta agar Pemerintah Indonesia menarik pasukan TNI-Polri dari Papua yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Selasa (8/10/2019).

Dalam keterangan tersebut, selain mengajukan sejumlah permintaan, dia juga berharap dapat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan memenuhi permintaan tersebut.

Benny Wenda merupakan aktivis separatis asal Papua yang disebut polisi sebagai dalang kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Benny kini diketahui menetap di Oxford, Inggris.

Ajukan 6 Syarat

Sebelumnya diberitakan, Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat ( ULMWP) Benny Wenda berharap dapat bertemu Presiden Joko Widodo untuk berdiskusi tentang persoalan di Tanah Papua.

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved