Suap Proyek PLTU Riau 1

Kepada Penyidik KPK, Eni Tegaskan Diperintah Mekeng Bantu Tersangka Samin Tan

Saat PT AKT diterminasi Kementerian ESDM dan diurus Eni Saragih, Ketua Faksi Partai Golkar masih dijabat Melchias Marcus Mekeng.

Kepada Penyidik KPK, Eni Tegaskan Diperintah Mekeng Bantu Tersangka Samin Tan
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih seusai diperiksa KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (10/10/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih menegaskan dirinya diperintah Ketua Fraksi Partai Golkar untuk membantu pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal Samin Tan mengurus terminasi kontrak PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM. 

Pengurusan itu berujung suap dan ditangani KPK

"‎Saya sebagai anggota DPR, anggota fraksi, komisi tujuh, saya mendapatkan tugas dari ketua fraksi saya waktu itu," aku Eni usia menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, ‎Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Saat PT AKT diterminasi Kementerian ESDM dan diurus Eni Saragih, Ketua Faksi Partai Golkar masih dijabat Melchias Marcus Mekeng.  

Eni mengatakan, lagi pula mengenai hal ini sudah terkuak jelas di persidangan dirinya saat itu. Bahkan Eni mengaku mengenal Samin Tan dari Mekeng.‎

Baca: RSUD Pandeglang: Sejak Wiranto Datang Sudah dalam Kondisi Sadar dan Stabil

‎"Ya itu ditanyakan (penyidik) memang karena itu sudah yang lalu juga kan, sudah ditanyakan dan itu sudah jelas dalam persidangan saya yang lalu," ujar Eni.

‎Pada perkara ini, Mekeng dan Samin Tan sudah dicegah KPK untuk bepergian ke luar negeri. Namun baru Samin Tan yang dijerat sebagai tersangka suap. ‎

‎Mekeng juga sudah empat kali dipanggil penyidik selalu mangkir. Antara lain pada 11 September, 16 September, 19 September 2019, dan teranyar pada 8 Oktober 2019.‎

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus suap PLTU Riau-1 yang menjerat beberapa pihak. Salah satunya yakni Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih

Dalam sidang Eni, terkuak Samin Tan pernah menyuap Eni dan minta bantuan Melchias Mekeng untuk pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambagan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Eni mengakui atas perintah Mekeng, akhirnya dia setuju dan menyanggupi permintaan Samin Tan

Mekeng diketahui sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR saat terminasi kontrak tersebut dilakukan. 

Eni dalam persidangan juga terbukti menerima sekitar Rp5 Miliar dari Samin Tan.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved