KPK Periksa Milea, Jadi Saksi Kasus Suap Proyek SPAM di Kementerian PUPR

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sekretaris PT Sinar Hutama Valasindo, Milea.

KPK Periksa Milea, Jadi Saksi Kasus Suap Proyek SPAM di Kementerian PUPR
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sekretaris PT Sinar Hutama Valasindo, Milea.

Rencananya Milea akan diperiksa untuk kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun Anggaran 2017-2018 di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka LJP (Komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo),” ujar Juru  Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Penyidik juga memanggil Direktur Keuangan PT Menara Dutahutama, Nimas Kartika Dewi; Staf Keuangan PT Menara Dutahutama, Christin Natalia Zai; Staf PT Menara Dutahutama, Sayekti Wibowo; Pejabat Penandatangan SPM Satker Pengembangan SPAM Strategis Kementerian PUPR, Wiwik Dwi Mulyani; dan Komisaris Utama PT Nindya Karya, Sri Hartoyo.

Baca: Wisuda Bareng Pacar, Intip Deretan Potret Kaesang Pangarep Putra Jokowi & Felicia Tissue, Sweet!

Baca: Durian Boleh Dibawa Saat Naik Pesawat, Ini Syaratnya

Baca: Ledakan Picu Hujan Batu di Purwakarta, Ridwan Kamil: Perusahaan Tambang Ceroboh

"Keterangan para saksi dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan LJP," kata Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Anggota IV BPK Rizal Djalil dalam kasus dugaan suap terkait proyek SPAM di Kementerian PUPR.

Selain Rizal Djalil, KPK juga menjerat Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama (PT MD) Leonardo Jusminarta Prsetyo.

Rizal Djalil diduga menerima SGD100 ribu dari Leonardo.

Uang tersebut diberikan Leonardo lantaran Rizal membantu perusahaan milik Leonardo mendapatkan proyek SPAM jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar.

Sebelumnya, KPK telah lebih dahulu menjerat delapan orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Delapan tersangka tersebut yakni, ‎Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih Wahyudi, Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP) Irene Irma, dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo. Keempatnya diduga sebagai pihak pemberi suap.

Sedangkan sebagai penerima suap, KPK menjerat empat pejabat Kementerian PUPR, yakni Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, serta PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved