KPK Tak Ambil Pusing Rizal Djalil Menyangkal

KPK bakal terus fokus menuntaskan kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik Kementerian PUPR.

KPK Tak Ambil Pusing Rizal Djalil Menyangkal
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota BPK Rizal Djalil meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (9/10/2019). Rizal diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR tahun anggaran 2017-2018. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempersilakan anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil menyangkal. Bagi lembaga antirasuah, kelit seorang tersangka dalam penanganan perkara hal lumrah.

“Sangkalan atau bahkan pernyataan-pernyataan yang mungkin tidak ada hubungannya sama sekali dengan perkara, silakan saja,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (9/10)2019).

Kata Febri, KPK bakal terus fokus menuntaskan kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik Kementerian PUPR. Dia menegaskan penyidik memiliki bukti kuat untuk menetapkan Rizal sebagai tersangka.

“KPK akan tetap fokus pada penanganan perkaranya karena kami yakin untuk meningkatkan perkara ini dari penyelidikan ke penyidikan bukti permulaan yang cukup itu sudah terpenuhi di sana,” kata dia.

Baca: Fakta-fakta Kasus Kakak Hamili Adik Kandung, Bisa Terkuak karena Peran Bu RT

Baca: Setelah Gempa, 6 Ibu Hamil Melahirkan Bayinya di Tenda Darurat Lokasi Pengungsian Pulau Seram

Baca: Kelakar Susi Pudjiastuti Pengin Bikin Portal Gosip

Rizal dipersilakan memberikan informasi detail bahkan fakta baru perihal aliran uang haram proyek air minum kepada penyidik secara terang. Kesaksian dan pengakuan Rizal akan jadi faktor yang meringankan.

“Jadi, kami harap juga pada para tersangka dan saksi tetap bersikap kooperatif,” ujar Febri.

Baca: KPK Telisik Kongkalikong 14 Proyek Fiktif PT Waskita Karya

KPK menetapkan Rizal dan Komisaris PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo sebagai tersangka kasus suap proyek SPAM Kementerian PUPR. Rizal diduga menerima suap sebesar SGD100.000 dari Leonardo.

Suap diberikan agar Rizal bersedia membantu perusahaan Leonardo mendapat proyek SPAM. Salah satunya, proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan anggaran Rp79,27 miliar.

Rizal sebagai pihak penerima dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Leonardo sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved