Operasi Nila Jaya, 410 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Diamankan

Dari 410 tersangka, polisi mengamankan 5 orang bandar, 371 pengedar, dan 34 pemakai.

Operasi Nila Jaya, 410 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Diamankan
Lusius Genik
Ditrenarkoba Polda Metro Jaya rilis hasil Operasi Kepolisian Kewilayahan "Nila Jaya" di PMJ, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis, (10/10/2019). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Operasi Kepolisian Kewilayahan "Nila Jaya" yang dilakukan sejak 18 September hingga 2 Oktober berhasil meringkus sebanyak 410 tersangka penyalahgunaan narkoba.

Dari 410 tersangka, polisi mengamankan 5 orang bandar, 371 pengedar, dan 34 pemakai.

"Ada juga 5 warga negara asing asal Iran, Kenya dan Thailand yang diamankan dalam Operasi Nila Jaya ini," ujar Kabid Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis, (10/10/2019).

Menurut keterangan Kabid Humas Argo Yuwono, operasi ini dilakukan untuk memberantas segala bentuk penyalahgunaan narkoba mulai dari produsen, distributor, agen, pengedar dan pemakai narkoba.

"Ini bertujuan untuk memberantas segala bentuk penyalahgunaan narkoba guna memelihara dan meningkatkan stabilitas kamtibnas di wilayah hukum Polda Metro Jaya," kata Kabid Argo.

Baca: Habil Marati: Beban Moral Memakai Rompi Tahanan

Selain itu, tambah Kabid Argo, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sabu seberat 56,54 kg, Ganja seberat 13,08 kg, dan pil ekstasi sebanyak 227 butir.

"Ada lagi heroin seberat 59,67 gram, H-5 sebanyak 481 butir, 33 ribu butir obat-obatan berbahaya, dan tembakau gorilla sebanyak 259 gram," papar Kabid Argo.

Setelah memberikan pemaparan, Kabid Argo mengatakan total laporan dalam operasi Nila Jaya 2019 ini sebanyak 337 kasus.

Para tersangka yang telah diamankan ini kemudian akan dijerat dengan sejumlah pasal yang berbeda.

Di antaranya Pasal 114 ayat 2, Jo Pasal 132 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 2, Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No. 35/2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. Penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda pidana," papar Kabid Argo.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved