Pacu Industri Kreatif, Restock.ID Gelar Event Reconnect di Bandung

Di era digital ini, terdapat cukup banyak UMKM yang bergerak di industri e-commerce dengan potensi yang baik untuk mengembangkan produk dan industri

Pacu Industri Kreatif, Restock.ID Gelar Event Reconnect di Bandung
Istimewa
Talkshow pada acara Reconnect Bandung yang diadakan oleh Restock.ID, platform penyedia layanan P2P lending terdaftar di OJK yang pertama dan satu-satunya menawarkan alternatif pembiayaan berbasis inventori bagi UMKM. 

TRIBUNNEWS.COM - Di era digital ini, terdapat cukup banyak UMKM yang bergerak di industri e-commerce dengan potensi yang baik untuk mengembangkan produk dan industri dalam negeri.

Namun kenyataannya adalah banyak dari para pelaku UMKM tersebut kerap kesulitan dalam mendapatkan akses pendanaan melalui bank, karena belum atau tidak memiliki asset tetap (fixed asset) yang menjadi salah satu syarat utama dalam melakukan pinjaman.

Sehingga, tidak sedikit UMKM yang pertumbuhan usahanya tersendat atau bahkan sampai harus gulung tikar karena keterbatasan dana.

Baca: Jokowi Bertemu SBY di Istana Merdeka

Baca: Live Score UEA vs Timnas Indonesia, Peluang Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Pantau di HP

Baca: Satpol PP Minta Pindah, Pencari Suaka Ogah

Berangkat dari fenomena tersebut, PT Cerita Teknologi Indonesia, perusahaan yang menyediakan platform peer to peer (P2P) lending di Indonesia bernama Restock.ID yang telah mendapatkan registrasi dari OJK di bulan Agustus 2019, mulai melakukan sosialisasi kepada UMKM di industri kreatif dengan mengadakan sebuah gelaran atau event bertajuk “Reconnect”.

Muhammad Farid Andika selaku CEO Restock.ID mengatakan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah untuk menyampaikan beragam potensi dan solusi yang dapat mendukung pertumbuhan UMKM di era digital.

“Kami ingin mengumpulkan berbagai UMKM industri kreatif di Bandung dan Jawa Barat untuk menyampaikan berbagai macam potensi dan solusi yang dapat mendukung pertumbuhan usaha mereka di era digital ini. Selain itu juga akan dilakukan sosialisasi terkait Restock.ID sebagai platform P2P lending yang dapat menjadi solusi dan alternatif pendanaan bagi industri kreatif, serta dampaknya terhadap perekonomian untuk mencapai inklusi keuangan nasional,” jelasnya.

Farid juga menambahkan bahwa melalui acara sosialisasi ini, Restock.ID berharap dapat membantu para pengusaha di industri kreatif Bandung dengan memberikan informasi dan pengalaman mengembangkan usaha dari para ahli di bidang masing-masing.

Di Reconnect ini juga akan dihadirkan para ahli dan praktisi pelaku usaha dari industri kreatif yang sudah cukup sukses di bidangnya masing-masing.

“Dengan adanya event Reconnect ini, saya berharap dapat membantu para pengusaha industri kreatif di Bandung. Kami menghadirkan para ahli dan praktisi pelaku usaha industri kreatif untuk membagikan informasi dan pengalaman dalam mengembangkan usaha mereka, sharing best practices."

Pada kesempatan ini, Restock mengundang representatif dari Otoritas Jasa Keuangan, Johnson Halomoan Marpaung selaku dari Direktorat Pengaturan Perizinan dan Pengawasan OJK.

Johnson Halomoan Marpaung mengatakan bahwa OJK sebagai regulator akan membantu untuk melakukan pengawasan terhadap bagaimana jalan dan fungsi peer to peer lending.

Lalu penjelasan terkait perbedaan peer to peer lending company dengan perbankan adalah tidak mengolah resiko, dikarenakan lender yang akan menanggung risiko tersebut jika terjadi gagal bayar.

Oleh karena itu peer to peer lending berhak untuk memberikan informasi yang transparan agar pihak borrower maupun lender dapat mengerti apa yang mereka berikan baik itu memberikan pendanaan atau meminjam dana.

Wakil Ketua Eksekutif Fintech Pendanaan Produktif AFPI Victoria Tahir menambahkan AFPI adalah asosiasi khusus untuk para peer to peer lending, dimana OJK sebagai regulator membantu untuk mengawasi jalan dan fungsi peer to peer lending.

Dia menilai bahwa aturan yang dibuat oleh OJK saat ini cukup mendukung industri dan tidak menghambat industri fintech Peer to Peer (P2P) Lending, dimana AFPI dibentuk untuk mengorganisasi dan AFPI memiliki model pengaturan sendiri untuk mengatur anggotanya.

AFPI sendiri sebagai wadah membantu untuk mediasi sesama fintech peer to peer lending untuk informasi dan issue apa saja yang memang dapat membantu dalam perkembangan fintech di Indonesia.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved