Revisi UU KPK

Arteria Dahlan Sebut Kanal Paling Pas Selesaikan Polemik UU KPK Lewat Uji Materi di MK

Arteria Dahlan menilai sebaiknya pihak yang tidak puas dengan UU KPK hasil revisi mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

Arteria Dahlan Sebut Kanal Paling Pas Selesaikan Polemik UU KPK Lewat Uji Materi di MK
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Anggota fraksi PDI Perjuangan DPR RI Arteria Dahlan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com,.Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan, Arteria Dahlan menghormati apapun keputusan yang akan dibuat Presiden Jokowi terkait Undang-Undang KPK yang sudah disahkan DPR RI.

Meskipun begitu, Arteria Dahlan menilai sebaiknya pihak yang tidak puas dengan UU KPK hasil revisi mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

"Saat ini kan kanal yang paling pas konstitusional itu adalah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi dalam konteks permohonan uji materi (judicial review) undang-undang," kata Arteria Dahlan kepada wartawan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019).

Ia menilai persoalan UU KPK pas diselesaikan melalui jalur MK mengingat sebentar lagi undang-undang tersebut akan berlaku.

Baca: Persib Bandung Jamu Persebaya Surabaya di Bali, Bobotoh Cemas Maung Kembali Kalah Telak

"Kenapa begitu? momennya pas, karena sebentar lagi pastinya diberikan nomor karena sudah lewat 30 hari, dengan demikian hadir hak untuk mengajukan permohonan keberatan," katanya.

Selain itu, Arteria Dahlan melihat lebih baik mengajukan uji materi ke MK ketimbang kisruh membicarakan Perppu KPK.

Terlebih, kisruh tersebut ditunjukkan dengan aksi turun ke jalan atau demonstrasi.

Baca: Ratu Tisha: Yogya Siap Penuhi Kebutuhan Sebagai Calon Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Ia mengimbau, agar masyarakat tidak meniadakan instrumen-instrumen melalui lembaga resmi negara.

"Ketimbang kita kisruh gaduh di Perppu, sekarang ini kita juga jangan sampai kita meniadakan instrumen dan kanal-kanal demokrasi yang sudah ada," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved