Rusuh di Papua

Korban Kerusuhan Wamena Desak Komnas HAM Turun Tangan

Perwakilan Forum Lintas Paguyuban Provinsi Papua, Jumat (11/10/2019) menyambangi kantor Komnas HAM di Menteng, Jakarta Pusat.

Korban Kerusuhan Wamena Desak Komnas HAM Turun Tangan
HANDOUT
Pembersihan puing kerusuhan di Pasar Wouma, Wamena, oleh personel TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya bersama polisi dan masyarakat, Jumat (4/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Korban Kerusuhan Wamena yang tergabung dalam Perwakilan Forum Lintas Paguyuban Provinsi Papua, Jumat (11/10/2019) menyambangi kantor Komnas HAM di Menteng, Jakarta Pusat.

Mereka mendesak Komnas HAM turun tangan menuntaskan masalah Wamena sekaligus menyerahkan pernyataan sikap untuk menjadi catatan bagi Komnas HAM.

Baca: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tersangkut Di Kali Irigasi Bekasi, Berikut Ciri-cirinya

Kuasa Hukum Forum Lintas Paguyuban Provinsi Papua, Iriansyah mengatakan apa yang terjadi di Wamena bukan sekedar tragedi kemanusian. Dia menilai ini sudah masuk dalam pelanggaran HAM berat.

"Kami memberikan pernyataan sikap pada Komnas HAM dengan harapan ini jadi catatan khusus. Karena ini sangat serius, banyak harta benda terbakar, banyak korban meninggal," ungkap Iriansyah.

Lebih lanjut, Iriansyah mengaku bakal melakukan pendataan ulang dan menyeluruh.

Ini karena data dari pemerintah disebutkan korban meninggal dunia akibat kerusuhan Wamena mencapai 31 orang.

Para pengungsi Wamena di Jayapura yang akan kembali ke Wamena dengan pesawat Hercules, Rabu (9/10/2019). Para pengungsi terdapat anak-anak dan wanita dewasa.
Para pengungsi Wamena di Jayapura yang akan kembali ke Wamena dengan pesawat Hercules, Rabu (9/10/2019). Para pengungsi terdapat anak-anak dan wanita dewasa. (Hand Out/Tribunnews.com)

Sementara itu, data dari paguyuban korban meninggal lebih dari 31 orang.

"Ini kan masih data pemerintah. Kami akan menyesuaikan lagi apakah data yang diekspos pemerintah terkait korban hingga harta hingga material ini benar atau tidak. Saat ini berbagai paguyuban sedang mendata, nanti data akan divalidkan lagi," tegasnya.

"Yang terpenting kami sampaikan dulu pernyataan sikap ke Komnas HAM supaya ini menjadi perhatian bersama serta diusut tuntas," tambah Iriansyah.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menyatakan mengutuk kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua karena telah menimbulkan korban jiwa.

Terlebih lagi, peristiwa ini membuat ribuan warga di Papua hingga para pendatang memilih untuk mengungsi hingga kondisi kembali aman.

"Komnas HAM mengutuk keras peristiwa di Wamena. Kami juga menyampaikan bela sungkawa kami selaku lembaga negara atas kejadian di Wamena," ujarnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved