Menkeu Sri Mulyani Berharap Lingkungan Kerja Mendukung Kesetaraan Gender

Meski demikian, Sri mengatakan isu mengenai kesetaraan gender ini sebenarnya tidak terlalu terlihat di begitu terlihat di bangku sekolahan hingga univ

Menkeu Sri Mulyani Berharap Lingkungan Kerja Mendukung Kesetaraan Gender
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menghadiri diskusi 'Challenges of Diversity Management in a Public Organization' di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (UI), di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Sabtu (12/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali menyinggung soal kesetaraan gender di tempat kerja.

Menurutnya, upaya itu harus perlu didorong mulai dari hulu hingga ke hilir.

Salah satunya, Sri Mulyani menyebut lewat kebijakan yang inklusif dan adil, antara laki-laki dan perempuan.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani saat diskusi 'Challenges of Diversity Management in a Public Organization' di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (UI), di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Sabtu (12/10/2019).

Baca: Kolonel HS Dicopot dari Jabatan Gegara Kicauan Istri Soal Wiranto, Baru 2 Bulan Jadi Dandim Kendari

“Continue atau terusanya kita bisa memberikan lingkungan yang fair antar perempuan dan laki-laki bisa maju,” kata Sri Mulyani.

Meski demikian, Sri mengatakan isu mengenai kesetaraan gender ini sebenarnya tidak terlalu terlihat di begitu terlihat di bangku sekolahan hingga universitas.

Sebab, perempuan pun juga bisa mencapai tingkat pendidikan yang tinggi. “Bahkan lulus graduate dengan prestasi yang bagus,” ucap Sri Mulyani.

Akan tetapi ketika memasuki dunia kerja, perempuan mulai bersentuhan dengan urusan rumah tangga. Mulai dari hamil, memiliki dan mengasuh anak.

Situasi ini, kata Sri, menjadi beban tersendiri bagi seorang perempuan.

“Untuk Itu menyebabkan mereka perlu mendapatkan support, kalau tidak mereka akan drop out,” kata Sri Mulyani.

Sehingga, lanjut Sri Mulyani, kebijakan yang afirmatif di lingkungan kerja pun perlu diberikan menimbang situasi yang dihadapi perempuan tersebut.

Dengan begitu, ia percaya, muncul kesempatan yang sama bagi wanita untuk berkembang.

“Kita bisa berikan pemihakan, sehingga balance antara pemihakan kerja antara perempuan dan laki-laki begitu besar," jelas Sri Mulyani.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved