Kabinet Jokowi

Golkar Yakin Jokowi Prioritaskan Koalisi Masuk Kabinet Ketimbang Gerindra

Partai Gerindra idealnya sebagai pihak yang kalah dalam Pilpres 2019, harus mejadi penyeimbang pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Golkar Yakin Jokowi Prioritaskan Koalisi Masuk Kabinet Ketimbang Gerindra
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu di Indonesia diantaranya pemindahan ibu kota, isu ekonomi hingga pertahanan negara. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Golkar meyakini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengutamakan partai pengusungnya di Pemilu 2019 untuk masuk ke kabinet kerja jilid II.

Hal itu disampaikan Ace Hasan menanggapi soal isu Partai Gerindra yang memberikan sinyal kuat bergabung ke koalisi pemerintahan Jokowi.

"Kami berkeyakinan bahwa Pak Jokowi akan memprioritaskan partai koalisi yang selama ini telah bekerja keras memenangkan beliau," kata Ace Hasan saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Meski demikian, Ace menyebut, Partai Gerindra idealnya sebagai pihak yang kalah dalam Pilpres 2019, harus mejadi penyeimbang pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Baca: Lanjutkan Safari Politiknya, Sore Ini Prabowo Sowan ke Partai Golkar

Sebab, Partai Gerindra merupakan rival politik saat Pilpres 2019 lalu.

"Keseimbangan politik itu adalah dengan cara ada oposisi ada kelompok penyeimbang dalam konteks demokrasi tentu yang kalah sebaiknya menjadi peyeimbang politik. Yaa idealnya (Partai Gerindra,red) seperti itu," ucap Ace.

Namun, Ace menyebut akan meyerahkan sepenuhnya soal isu Partai Gerindra masuk kabinet ke Presiden Jokowi.

Partai Golkar, kata Ace, akan menerima apapun hasil keputusan Presiden.

"Kalau dilihat dari soal komposisi kabinet tentu sekali lagi hak preogratif pak Presiden, apapun yang di ambil keputusannya oleh presiden tentu Partai Golkar akan mendukung," kata Ace Hasan.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved