Pelantikan Jokowi & Maruf Amin

Konsistensi PDI Perjuangan Mengawal Jokowi dari Solo Hingga Dua Kali Menjadi Presiden

"Modal utama stabilitas dan gerak cepat pembangunan sebagaimana menjadi visi dan misi Presiden dan wakil presiden terpilih,” ujar Hasto lagi.

Konsistensi PDI Perjuangan Mengawal Jokowi dari Solo Hingga Dua Kali Menjadi Presiden
Fransiskus Adiyudha/Tribunnews.com
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Komitmen PDI Perjuangan mengawal Jokowi signifikan. PDI Perjuangan ungkap Hasto Kristiyanto, terbukti konsisten dan kokoh memberikan dukungan signifikan bagi kemenangan Jokowi dan Kiai Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

“Sejak dari Solo ke Jakarta hingga menjadi presiden, PDI Perjuangan bersama rakyat kokoh kawal Presiden Jokowi,” kata Hasto yang tak lain Sekjen DPP PDI Perjuangan ini, Selasa (15/10/2019).

Baca: Jokowi Dilantik 20 Oktober, Tapi Susunan Kabinet Jokowi-Maruf Sudah Bocor, Begini Reaksi Istana

Hasil pemilu legislatif dan pilpres 2019 Hasto menegaskan kembali menunjukkan konsistensi dukungan itu. “Basis PDI Perjuangan signifikan dan konsisten memberikan kemenangan satu nafas antara pilleg dan pilpres. Kabupaten dan kota yang kepala daerahnya dipimpin oleh PDI Perjuangan membuktikan, 105 bupati dan wali kota kami, memberikan dukungan kemenangan, 69.1 persen," kata Hasto.

"Dari segi suara pemilih, 15 provinsi yang merupakan basis PDI Perjuangan, suara Jokowi-KH Maruf Amin 31 juta lebih tinggi daripada suara oponen,” lanjutnya.

Baca: Dibesuk Arief Yahya di RSPAD, Wiranto Tanya Kapan Susunan Kabinet Diumumkan

Atas dasar hal tersebut, Hasto menegaskan, modal dukungan rakyat, didukung keberhasilan konsolidasi politik di DPR dan MPR serta konsolidasi ideologi. Dukungan secara politik, hukum dengan revisi UU KPK yang memerkuat posisi politik presiden, imbuhnya maka pemerintahan kedepan akan jauh lebih solid, lebih efektif.

"Memungkinkan Presiden Jokowi untuk merespons berbagai tantangan perekonomian nasional dan global. Konsolidasi politik, hukum, pemerintahan, kemampuan melevarage dukungan kekuatan politik riil di DPR dengan seluruh basis dukungan politik Partai di tengah rakyat menjadi modal," kata dia.

Baca: Jangan Pilih Aktivis 98 Jadi jadian Masuk Kabinet

"Modal utama stabilitas dan gerak cepat pembangunan sebagaimana menjadi visi dan misi Presiden dan wakil presiden terpilih,” ujar Hasto lagi.

Dengan respons positif pasar atas konsolidasi ideologi, politik, hukum, dan pemerintahan tersebut, Hasto yakin kabinet nantinya ditempatkan dalam desain yang sama. "Solid bergerak bagi kemajuan Indonesia Raya," tegas Hasto.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved