Penjelasan Menteri LHK Siti Nurbaya soal Penanganan Kabut Asap di Kota Palembang

Gubernur Sumsel dan Bupati Muba, Bupati OKI, dan Bupati Banyuasin serta Bupati Ogan Ilir yang diindikasikan terdapat titik api.

Editor: Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM
Kabut asap yang terjadi di Kota Palembang Sumatera Selatan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memastikan terus memantau perkembangan terkait kabut asap yang terjadi di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Pagi ini, Selasa (15/10/2019 Menteri Siti memastikan beberapa hotspot atau titik api muncul lagi yang sebenarnya, sore hari kemarin sempat turun.

"Dalam dua hari terakhir ini kabut asap cukup tebal di Kota Palembang terutama pagi hari pukul 04.00 WIB sampai dengan pukul 08.00 WIB. Pada malam hari, pukul 18.00 WIBsampai dengan pukul 21.00 WIB," Menteri Siti menjelaskan kepada tribun,Selasa (15/10/2019).

Baca: #SavePalembang Trending di Twitter, Kabut Asap Pekat Tutupi Palembang, BMKG: Polusi Udara Terekstrem

Indeks standar pencemaran udara (ISPU) tidak sehat, Menteri Siti menjelaskan sekitar 172 sampai dengan 192. Kategori ISPU terbagi menjadi lima. Di antaranya, baik (0-50), sedang (51-100), tidak sehat (101-199), sangat tidak sehat' (200-299), dan berbahaya (300-500).

Beberapa hal yang menyebabkan antara lain disebabkan arah angin yang sebagian besar menuju Kota Palembang. Kemudian upaya TMC yang dilakukan belum sesuai rencana karena awan yang ada belum semua memenuhi syarat.

"Sudah hampir 30 kali TMC dan sudah ada bbrp kali hujan turun, namun belum semua pada lokasi HS yang besar. Satgas darat gabungan masih tetap bekerja di lapangan siang dan malam, dalam upaya memadamkan titik api, buat sekat bakar, sumur bor. Sumur bor dibuat karena sumber air jauh," kata dia.

Warga mengabadikan suasana Jembatan Ampera yang diselimuti kabut asap dari ponselnya, Palembang, Senin (14/10/2019). Kabut asap yang menyelimuti kota Palembang tersebut berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan. Pada pagi hari kualitas udara (PM10) di Palembang telah mencapai pada level berbahaya. TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Warga mengabadikan suasana Jembatan Ampera yang diselimuti kabut asap dari ponselnya, Palembang, Senin (14/10/2019). Kabut asap yang menyelimuti kota Palembang tersebut berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan. Pada pagi hari kualitas udara (PM10) di Palembang telah mencapai pada level berbahaya. TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO (TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO)

Heli Water Bombing (WB) yang ada tidak semua bisa operasional karena bergantian pemeliharaan sesuai jam terbang. Menteri Siti memastikan sudah mengajukan Heli WB tambahan.

"Sementara hujan secara alami belum turun. Dan cuaca masih panas terik. Selain itu,masih ada masyarakat yamg bakar secara sembunyi-sembunyi pada malam hari," ungkap Menteri Siti.

Baca: Palembang Kembali Diselimuti Kabut Asap Tebal, Ter-ekstrem di 2019

"Yamg jauh dari jangkauan Satgas darat. Tidak bisa dilewat atau didatangi pakai sepeda motor. Sejak kemarin saya terus berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Gubernur Sumsel juga Kapolri. Juga meminta dukungan swasta di lokasi terdekat," tambahnya.

"Radiogram kepada gubernur dan bupati sudah sejak kemarin pagi dikirimkan dan sedang terus dipantau perkembangan. Di lapangan satgas dipimpinan danrem dan diarahkan gubernur dan panglima bekerja keras. Saya terus dilaporkan," katanya lagi.

Baca: F1 Singapura: Bagaimana kabut asap berdampak pada penggemar dan pembalap?

Kementerian Lingkungan Hidup, katanya lagi juga sudah mengeluarkan radiogram perintah penanganan kepada Gubernur Sumsel dan Bupati Muba, Bupati OKI, dan Bupati Banyuasin serta Bupati Ogan Ilir yang diindikasikan terdapat titik api.

"Hari ini maish terus dipantau. Panglima TNI memperkuat jajaran dan menambahkan heli serta langkah hujan buatan. Demikian pula Kapolri memperkuat kerja tim lapangan. Gubernur terus mengikuti perkembangan," Menteri Siti memastikan kembali.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved