Menkopolhukam Wiranto Diserang

Surat Perintah Tindak Tegas Anggota TNI AD dan Keluarganya Sudah Dikeluarkan Sejak Tahun Lalu

Ia mengatakan, surat tersebut tidak hanya berlaku bagi anggota TNI AD melainkan juga keluarganya.

Surat Perintah Tindak Tegas Anggota TNI AD dan Keluarganya Sudah Dikeluarkan Sejak Tahun Lalu
Gita Irawan/Tribunnews.com
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa di Markas Besar TNI Angkatan Darat Jakarta Pusat pada Selasa (15/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat perintah kepada satuan bawah untuk menindak tegas anggota TNI Angkatan Darat yang menggunakan media sosial untuk menyebarkan hoax, provokatif, memecah belah, dan menumbuhkan kebencian sejak Juli dan Agustus 2018.

Ia mengatakan, surat tersebut tidak hanya berlaku bagi anggota TNI AD melainkan juga keluarganya.

"Kita sudah perintahkan pada Agustus tahun lalu untuk setiap pemegang satuan setelah mengingatkan berkali-kali, menindak tegas anggota beserta keluarganya yang menyalahgunakan sosial media," kata Andika di Markas Besar TNI Angkatan Darat Jakarta Pusat pada Selasa (15/10/2019).

Ia mengatakan, surat tersebut dikeluarkan setiap ada insiden penyalahgunaan media sosial.

Surat perintah tersebut juga sudah dikeluarkan pada Januari dan April tahun 2019.

Baca: KSAD: Tujuh Anggota TNI AD Dicopot Jabatannya Karena Unggahan Media Sosial

Ia mengatakan, penyalahgunaan penggunaan media sosial oleh Anggota TNI AD dan keluarganya perlu dikontrol karena merupakan perbuatan yang tak bertanggung jawab.

Ia pun menegaskan bahwa Anggota TNI AD dan keluarganya harus berpegang pada rambu dalam media sosial.

"Informasi yang mereka putuskan untuk mereka bagikan itu harus informasi yang memang benar dan tidak timbulkan kebencian, provokasi, atau berita yang tidak benar," jelas Andika.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan hingga hari ini Selasa (15/10/2019) total tujuh anggota TNI Angkatan Darat (AD) yang dicopot jabatannya akibat unggahan media sosial baik yang dilakukan oleh istrinya maupun oleh anggota TNI itu sendiri termasuk Dandim Kendari Kolonel HS dan Serda Z.

Selain Dandim Kendari HS dan Serda Z, mereka antara lain seorang Prajurit Kepala dari Korem Padang, seorang Korpral Dua dari Kodim Wonosobo, seorang Sersan Dua di Korem Palangkaraya, seorang Sersan Dua dari Kodim Banyumas, dan seorang Kapten di Kodim Mukomuko di Jambi.

"Sampai dengan hari ini angakatan darat sudah memberikan sanksi kepada tujuh orang total anggota. Sebanyak dua anggota lainnya, rekan-rekan media sudah mendengar semua pada hari Jumat kemarin, kemudian tambahan lima sudah kita putuskan dan sedang kita proses," kata Andika di Mabes TNI AD Jakarta Pusat pada Selasa (15/10/2019).

Andika menjelaskan, enam dari tujuh anggota TNI AD tersebut dicopot jabatannya karena unggahan istrinya di media sosial.

Selain pencopotan jabatan, keenam anggota TNI AD tersebut juga dijatuhkan sanksi berupa penahanan ringan selama 12 hari.

Sementara satu orang lainnya, selain dicopot jabatannya karena unggahannya sendiri di media sosial, anggota TNI tersebut juga dijatuhkan sanksi berupa penahanan berat selama 21 hari.

"Dari tujuh orang ini, enam yang diberikan hukuman disiplin militer karena tidak menjaga dan tidak melakukan perintah sesuai yang diperintahkan sejak tahun lalu untuk menjaga keluarga dan ada satu orang yang dirinya sendiri melakukan penyalahgunaan makanya hukuman disiplin militer tetap hukuman disiplin," kata Andika.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved