Wanita Penyebar Video Ancam Bunuh Jokowi: Tak Ada yang Jenguk Saya Selama Ditahan

Ina merupakan salah satu relawan Prabowo Subianto dan Sandiago Uno saat Pilpres 2019.

Wanita Penyebar Video Ancam Bunuh Jokowi: Tak Ada yang Jenguk Saya Selama Ditahan
KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA
Ina Yuniarti, wanita penyebar video viral ancaman penggal kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi) divonis bebas dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (14/10/2019).(KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wanita Penyebar Video Ancam Bunuh Jokowi Mengaku Tak Ditengok Teman-temannya", https://megapolitan.kompas.com/read/2019/10/14/23003851/wanita-penyebar-video-ancam-bunuh-jokowi-mengaku-tak-ditengok-teman. Penulis : Cynthia Lova Editor : Egidius Patnistik 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ina Yuniarti, perempuan penyebar video viral berisi ancaman pembunuhan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bercerita, selama persidangan dirinya,  teman-temannya sesama pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak ada yang datang menengoknya.

Ina merupakan salah satu relawan Prabowo Subianto dan Sandiago Uno saat Pilpres 2019.

Seusai sidang, Ina mengatakan, selama persidangan hanya anaknya yang menemaninya.

“Tidak ada yang kunjungi saya, hanya anak saya saja yang selalu hadir bersama saya,” ucap Ina di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).

Ibu tiga anak ini bersyukur ia divonis bebas oleh hakim dalam perkara itu.

Ina mengaku, dia tidak ada dendam akan kasus yang dialaminya dan mengganggap kasusnya sebagai pelajaran baginya.

Baca: Kata Cak Imin, Prabowo Siap Dukung dan Sukseskan Pemerintahan dari Dalam Maupun Luar Kabinet

“Ini pelajaran buat saya dan saya tidak akan mengulanginya lagi. Saya akan kembali normal seperti biasanya,” ucap Ina tersedu-sedu.

Ina divonis bebas dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada hari ini.

Ia dinilai hakim tidak melanggar Kitab Undang Undang Hukum Pidana sebagaimana yang disangkakan padanya.

Sebelumnya dia didakwa dengan Pasal 27 ayat 4 jo Pasal 45 ayat 4 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved