Fahri Hamzah: OTT Bukti KPK Gagal dan Frustasi Berantas Korupsi

Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyebut banyaknya OTT yang dilakukan KPK adalah bukti jika KPK gagal dan frustasi dalam memberantas korupsi.

Fahri Hamzah: OTT Bukti KPK Gagal dan Frustasi Berantas Korupsi
TRIBUN/DANY PERMANA
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berbincang dengan awak redaksi Tribunnews di ruang kerjanya di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (28/9/2019). Bulan September ini adalah bulan terakhir Fahri menjabat sebagai anggota DPR. Fahri tidak mencalonkan kembali sebagai anggota DPR pada Pileg 2019 ini. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyebut banyaknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan bukti jika KPK gagal dan frustasi dalam memberantas korupsi.

Hal itu disampaikan Fahri Hamzah melalui akun Twitternya, @Fahrihamzah, sehari jelang berlakunya UU KPK Baru, Rabu (16/10/2019).

Diketahui, UU tentang KPK dikabarkan mulai berlaku pada Kamis (17/10/2019) besok.

Menurut Fahri Hamzah, istilah OTT tidak dikenal dalam Undang-undang apa pun.

Mantan politisi PKS ini juga menyebut jika korupsi bisa dicegah sampai tak ada lagi.

"OTT bukan saja pertanda gagal tapi frustrasi KPK karena gagal memberantas korupsi.

Dalam UU apapun istilah OTT tidak dikenal.

Korupsi itu dicegah sampai tak ada lagi bukan diintip untuk ditangkap seperti polisi lalu lintas di lampu merah yg sembunyi untuk menilang," cuit Fahri Hamzah.

Diketahui, KPK beberapa hari ini telah menangkap sejumlah kepala daerah hasil OTT terkait dugaan korupsi dan suap.

Mulai dari Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Bupati Indramayu Supenti, hingga yang terbaru Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.

BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>>>>>>>

Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved