Tanggapan Bambang Brodjonegoro Soal Rusuh di 'Calon Ibu Kota' Indonesia

Ia menilai bahwa peristiwa yang terjadi di calon ibu kota baru Indonesia itu adalah kasus kriminal biasa.

Tanggapan Bambang Brodjonegoro Soal Rusuh di 'Calon Ibu Kota' Indonesia
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro didampingi Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor saat ditemui di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menanggapi kasus kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim).

Ia menilai bahwa peristiwa yang terjadi di calon ibu kota baru Indonesia itu adalah kasus kriminal biasa.

Bahkan kasus 'tawuran' itu umum terjadi di daerah lainnya termasuk Jakarta.

Sehingga menurutnya, tentunya pemerintah bisa mengendalikan peristiwa serupa.

Pernyataan tersebut ia sampaikan didampingi Gubernur Kaltim Isran Noor usai memberikan sambutan dalam Seminar Nasional bertajuk 'Kebudayaan Dayak dan Kontribusinya terhadap Pemindahan Ibu Kota Negara Ke Kalimantan Timur'.

"Itu kriminal biasa, kan di Jakarta juga sering tawuran, jadi intinya bisa kita kendalikan," ujar Bambang, di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).

Baca: Vicky Nitinegoro Ditangkap karena Cairan Vape Diduga Mengandung Narkoba

Imbas dari kericuhan yang melukai sejumlah pemuda di kawasan itu memicu kemarahan hingga akhirnya terjadi pembakaran sejumlah bangunan.

Bambang menyebut aksi bakar itu hanya pelampiasan emosi saja dan ia menjamin bahwa pemerintah akan mengantisipasi hal tersebut dalam proses pemindahan ibu kota ke Kaltim.

"Ya itu mungkin hanya luapan emosi. Tapi saya yakin kita akan memperhatikan wilayah dan kebiasaan masyarakat lokal ini, sehingga dalam proses pemindahan ibukota tidak terjadi hambatan," tegas Bambang.

Sebelumnya, terjadi penikaman di Pantai Nipah-nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Rabu (16/10/2019) kemarin.

Dua remaja yakni RN (18) dan CD (19) diketahui menjadi korban penikaman pada malam itu, sekitar pukul 23.00 WITA.

Pasca penikaman, RN pun mengalami luka berat dan CD meninggal dunia.

Akibat peristiwa itu, keluarga korban pun marah dan mendatangi lokasi yang menjadi tempat tinggal pelaku penikaman.

Mereka mencari pelaku dan akhirnya melakukan pembakaran terhadap sejumlah bangunan kayu yang ada di wilayah tersebut.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved