Breaking News:

Nurdin Halid : Koperasi Siap Hadirkan Keadilan Bagi Dunia

Fokus pembahasan tertuju pada strategi gerakan koperasi global untuk mengentaskan kemiskinan, ketimpangan sosial ekonomi

ist
Nurdin Halid bersama dengan anggota delegasi yang mengikuti General Assembly atau Sidang Umum dunia International Co-Operation Alliance (ICA) Asia Afrika di Kigali Rwanda, Afrika 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  General Assembly atau Sidang Umum dunia International Co-Operation Alliance (ICA) Asia Afrika di Kigali Rwanda, Afrika, resmi ditutup, Kamis (17/10).

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid yang hadir dalam Sidang selama 5 hari itu mengatakan, agenda utama pembahasan dalam ICA Board Meeting itu adalah menegaskan kembali peran Koperasi untuk Pembangunan Global (Cooperative for Development).

Fokus pembahasan tertuju pada strategi gerakan koperasi global untuk mengentaskan kemiskinan, ketimpangan sosial ekonomi, dan pemanasan global yang melahirkan perubahan iklim ekstrim di berbagai belahan dunia.

"Termasuk menetapkan strategi-strategi substansial mengenai kontribusi Koperasi di berbagai sektor ekonomi dan pembangunan," kata Nurdin Halid, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/10/2019).

Forum ICA juga merespons berbagai trend global seperti perkembangan teknologi, distrupsi dan perubahan iklim.

"Sidang ICA melihat inovasi koperasi sangat diperlukan agar sintesis tentang identitas koperasi dengan enterpreneur yang berkelanjutan selalu melahirkan pendekatan/model koperasi lebih atraktif bekerja di banyak sektor," kata Nurdin Halid.

Baca: Kolaborasi Teknologi dan Koperasi ENVY Jalin Kerja Sama dengan Asean Cooperative Organization  

Dalam program aksinya, ICA merumuskan berbagai upaya pelibatan terus- menerus dalam kampanye koperasi di kalangan generasi muda.

Menurut Nurdin Halid, keunggulan perusahaan koperasi yang memadukan profesionalisme bisnis dan kekuatan pemberdayaan sekaligus, semakin memperkuat keberadaan koperasi dalam menciptakan keadilan dan pemerataan dunia.

"Koperasi adalah sistem sekaligus alat paling tepat untuk menghadirkan keadilan sosial ekonomi di tengah dominasi Sistem Kapitalisme pasca runtuhnya Sistem Sosialisme akhir 1980-an," tegas Nurdin Halid.

Salah satu program unggulan yang sedang berlangsung adalah global cooperative enterpreneur yang merekrut para duta koperasi (ambassador) dari berbagai negara.

Nurdin Halid yang juga mantan Vice President International Cooperative Alliance (ICA) Asia Pacific menjelaskan, adapun strategi aksi yang lain adalah Go green campaign, koperasi tidak saja merasa perlu mengkampanyekan kelestarian lingkungan tetapi juga energi yang ramah dan berkelanjutan.

Baca: Strategi Mendorong Koperasi Modern dan Berkualitas

"Jadi poin penting yang dipetik dari pertemuan ini adalah kesepakatan untuk membangun data base yang kuat dan dalam mengenai kerja-kerja prestasi koperasi di berbagai aspek kehidupan," ujarnya.

Bahkan kata Nurdin Halid, ICA Asia Pacific ke depannya berencana membangun pusat riset koperasi di Teheran Iran.

Kegiatan ICA ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 13 sampai 17 Oktober mendatang dengan dihadiri lebih dari 1.000 pengurus ICA Asia Pasific dan Afrika dari 93 negara di dunia.

"Pertemuan ini sangat penting karena berkaitan erat dengan transformasi dunia melalui penguatan ekonomi keluarga, ekonomi negara, dan pembangunan sosial ekonomi pedesaan secara berkelanjutan," kata Nurdin Halid.

Berita Populer
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved