Isu Prabowo Jadi Menhan, Fadli Zon : Kadang Kepentingan Partai Harus Dikorbankan

Fadli Zon angkat bicara isu Prabowo Subianto akan menjadi menteri pertahanan, sebut kadang harus ada kepentingan kelompok yang dikorbankan

Isu Prabowo Jadi Menhan, Fadli Zon : Kadang Kepentingan Partai Harus Dikorbankan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu di Indonesia diantaranya pemindahan ibu kota, isu ekonomi hingga pertahanan negara. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Fadli Zon angkat bicara isu Prabowo Subianto akan menjadi menteri pertahanan, sebut kadang harus ada kepentingan kelompok yang dikorbankan.

Wakil Ketua Umum Gerindra, DPR Fadli Zon berkomentar mengenai isu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bakal menjadi menteri pertahanan pada Kabinet Jilid 2 Jokowi.

Menurut Fadli, kebenaran mengenai isu Prabowo akan menjadi menteri pertahanan dapat diketahui saat pengumuman kabinet oleh Jokowi.

Fadli mengajak masyarakat untuk melihat perkembangan yang terjadi.

"Nanti kita lihat saja," kata Fadli saat menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu, (20/10/2019).

Fadli mengatakan bahwa perumpamaan Abraham Lincoln yang menawarkan jabatan kepada lawannya, William Seward, yang disampaikan Prabowo dalam Rapimnas Gerindra 17 Oktober lalu, bukanlah tanda kepastian Prabowo bakal menjadi Menhan.

Hal itu hanya perumpamaan mengenai kemungkinan Gerindra masuk koalisi.

"Engga (Menhan) itu perumpamaan bahwa di dalam politik ada kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan nasional, kadang-kadang kita harus mengorbankan kepentingan kelompok, kepentingan partai untuk kepentingan yang lebih besar, itu maknanya," kata Fadli.

Fadli mengatakan partai Gerindra menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo untuk menentukan sikap politik apakah akan masuk ke dalam pemerintahan atau tidak.

Termasuk mengenai pos kementerian yang ditawarkan Jokowi kepada Gerindra.

BACA SELENGKAPNYA>>>

Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved