Kabinet Jokowi

Pengamat: Paling Cepat Jokowi Akan Umumkan Kabinet Setelah Ma'ruf Amin Pulang dari Jepang

Wakil Presiden 2019-2024 Ma'ruf Amin akan terbang ke Jepang untuk menghadiri upacara penobatan Kaisar baru Jepang

Pengamat: Paling Cepat Jokowi Akan Umumkan Kabinet Setelah Ma'ruf Amin Pulang dari Jepang
Wartakota/Alex Suban
Presiden Joko Widodo terima kunjungan kehormatan Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2019). . Warta Kota/Alex Suban 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya tidak yakin Joko Widodo (Jokowi) akan langsung mengumumkan kabinetnya pada Minggu (20/10/2019) setelah pelantikan presiden dan Wakil presiden.

Sebab, Wakil Presiden 2019-2024 Ma'ruf Amin akan terbang ke Jepang untuk menghadiri upacara penobatan Kaisar baru Jepang, Naruhito dan Permaisuri Masako.

Penobatan Kaisar Jepang akan digelar pada Selasa (22/10/2019).

"Secara teknis, hari ini agak sulit Presiden mengumkan kabinet. Selain itu, Senin (21/10/2019), Ma'ruf Amin pergi ke Jepang, baru balik Rabu (23/10/2019)," ujar Yunarto dalam program Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Kompas TV, Minggu (20/10/2019).

Karena itu dia memprediksi, paling cepat Jokowi akan mengumumkan susunan kabinetnya pada Rabu (23/10/2019) mendatang.

"Paling Rabu paling cepat diumumkan," jelasnya.

Presiden Joko Widodo  didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo  menyambut kunjungan kehormatan Perdana Menteri Australia Scott Morrison  beserta istrinya Jenny Morrison di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2019).i. Warta Kota/Alex Suban
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyambut kunjungan kehormatan Perdana Menteri Australia Scott Morrison beserta istrinya Jenny Morrison di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2019).i. Warta Kota/Alex Suban (Wartakota/Alex Suban)

Menurut dia, masa injury time penyusunan Kabinet semakin bertambah.

Artinya, hingga pengumuman mendatang, masih sangat mungkin terjadi perubahan-perubahan nama-nama calon pembantu Jokowi.

Apalagi mengingat tarik ulur antara keinginan Jokowi menempatkan orang-orang profesional dan partai politik yang ingin memasukkan para kader senior dan yang telah berkeringat memenangkan Pilpres 2019 lalu.

"Jadi hitungan saya, tidak akan terjadi kompromi yang ideal," jelasnya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved