PDIP Tak Permasalahkan Jika Nasdem Jadi Oposisi

PDIP menilai keputusan Jokowi mengajak Gerindra masuk kabinet diyakini atas pertimbangan matang.

PDIP Tak Permasalahkan Jika Nasdem Jadi Oposisi
Fransiskus Adhiyuda
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi soal Partai Gerindra yang dipastikan akan menjadi bagian pemerintahan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024.

Terlebih, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2019) sore.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) sore. Sesuai rencana, Presiden Joko Widodo memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik mulai hari ini usai Jokowi dilantik pada Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Tribunnews/Irwan Rismawan
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) sore. Sesuai rencana, Presiden Joko Widodo memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik mulai hari ini usai Jokowi dilantik pada Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Menurut Hasto, PDI Perjuangan menyambut baik bergabungnya Gerindra.

Ia pun menyakini sembilan partai pengusung Jokowi-Ma'ruf bisa menerimanya dengan terbuka.

"Kalau kita lihat dari pernyataan para ketua umum partai Koalisi Indonesia Kerja, menghormati hak prerogatif presiden, dan juga memahami pertimbangan yang diambil oleh presiden," ujar Hasto saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019).

Sementara itu terkait pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang menyatakan siap menjadi oposisi apabila Gerindra bergabung dengan pemerintahan, pun tak dikhawatirkannya.

Karena, ia percaya Surya Paloh bisa menerima keberadaan Gerindra di pemerintahan.

"Kalau kita lihat dari komitmen yang disampaikan oleh bapak Surya Paloh ketika bertemu dengan para ketua umum partai semua menghormati hak prerogatif dari presiden tersebut. Karena inilah konstitusi kita," tegas Hasto.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo keluar dari dalam kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) sore. Sesuai rencana, Presiden Joko Widodo memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik mulai hari ini usai Jokowi dilantik pada Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Tribunnews/Irwan Rismawan
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo keluar dari dalam kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) sore. Sesuai rencana, Presiden Joko Widodo memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik mulai hari ini usai Jokowi dilantik pada Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

PDIP menilai keputusan Jokowi mengajak Gerindra masuk kabinet diyakini atas pertimbangan matang.

Adanya Gerindra diharapkan menambah semangat gotong-royong membangun bangsa.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved