Awal Musim Hujan di Indonesia Terlambat, BMKG Imbau Masyarakat Siapkan Cadangan Air

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di Indonesia akan mundur.

Awal Musim Hujan di Indonesia Terlambat, BMKG Imbau Masyarakat Siapkan Cadangan Air
Wartakota
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di Indonesia akan mundur.

Wilayah Indonesia akan masuk musim hujan pada bulan November mendatang.

"Awal musim hujan periode 2019/2020 mengalami kemunduran, dan sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim hujan pada bulan November, kecuali untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan yang dimulai sejak pertengahan Oktober 2019 sudah masuk musim hujan, " ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam pernyataannya yang diterima Tribun, Selasa(22/10/2019).

Penyebab telatnya musim hujan di Indonesia kata Dwikorita karena rendahnya suhu permukaan laut daripada suhu normalnya yg berkisar antara 26 - 27 derajat celcius di wilayah perairan Indonesia bagian selatan dan barat, sehingga berimplikasi pada kurangnya pembentukan awan di wilayah Indonesia.

Baca: Pakai Kemeja Putih & Celana Cokelat saat ke Istana, Penampilan Prabowo Disorot Pengamat, Kenapa?

Baca: Prabowo Diprediksi jadi Menteri Pertahanan, Nasdem Sebut Oposisi, Pengamat: Berbahaya bagi Jokowi

Baca: Tetty Paruntu Ungkap Yang Mengundangnya ke Istana, Undangan Lewat WA

Dwikorita mengimbau agar perlu mengoptimalkan usaha menjaga cadangan air melalui optimalisasi manajemen operasional air waduk saat musim penghujan dan melalui gerakan memanen air hujan.

"Teknologi modifikasi cuaca dapat diterapkan sebagai alternatif pada saat peralihan kedua musim tersebut, terutama bagi wilayah yang rawan kekeringan dan karhutla," ujar Dwikorita.

Sementara itu, berdasarkan hasil monitoring dan analisa dinamika atmosfer, BMKG memprediksi bahwa pada tahun 2020 tidak terindikasi akan terjadi El- Nino kuat.

"Hal ini menandai tahun 2020 nanti diperkirakan tidak ada potensi anomali iklim yang berdampak pada curah hujan di wilayah Indonesia. Curah hujan akan cenderung sama dengan pola iklim normal (klimatologisnya). Musim kemarau umumnya akan dimulai pada bulan April - Mei hingga Oktober 2020. Sedangkan wilayah di dekat ekuator, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Riau, musim kemarau pertama akan dimulai pada Februari - Maret 2020, sehingga tetap perlu diwaspadai untuk potensi kondisi kering, yang dapat berdampak karhutla di awal tahun pada wilayah dekat ekuator tersebut,"ujar Dwikorita Karnawati.

Untuk tahun 2019 saat ini, Dwikorita menambahkan, El - Nino lemah telah berakhir pada bulan Juli dan kondisi netral ini masih berlanjut hingga di penghujung tahun 2019.(Willy Widianto)

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved