Penjelasan BMKG Soal Suhu Panas dan Cuaca Terik di Indonesia, Suhu di Solo Capai 40 Derajat

BMKG memberikan penjelasan terkait suhu panas dan cuaca terik yang melanda Indonesia, akhir-akhir ini. Suhu di Solo capai 40 derajat.

Penjelasan BMKG Soal Suhu Panas dan Cuaca Terik di Indonesia, Suhu di Solo Capai 40 Derajat
pexels.com/ Brett Sayles
Penjelasan BMKG Soal Suhu Panas dan Cuaca Terik di Indonesia, Suhu di Solo Capai 40 Derajat 

Stasiun-stasiun meteorologi yang berada di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara juga mencatat hal serupa.

Baca: Penyebab Udara Panas di Sebagian Wilayah Indonesia saat Siang, BMKG Sebut Akibat Gerak Semu Matahari

Baca: Awal Musim Hujan di Indonesia Terlambat, BMKG Imbau Masyarakat Siapkan Cadangan Air

Selama 19 - 20 Oktober 2019, suhu udara maksimum yang terukur berkisar antara 35 derajat celcius - 36.5 derajat celcius.

BMKG menulis, cuaca panas yang terjadi akhir-akhir ini, erat kaitannya dengan gerak semu Matahari.

Pada September, Matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan Bumi selatan hingga bulan Desember.

Sementara pada Oktober, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian Selatan.

Inilah yang membuat persebaran suhu panas dominan terjadi di selatan Khatulistiwa, meliputi Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, hingga Bali.

BMKG menyebut, kondisi ini juga menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak.

Sehingga akan meningkatkan suhu udara pada siang hari.

Selain itu, pantauan dalam dua hari terakhir, atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan relatif kering.

Hal ini sangat menghambat pertumbuhan awan yang bisa berfungsi menghalangi panas terik matahari.

Halaman
1234
Penulis: Sri Juliati
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved