Penjelasan BMKG Soal Suhu Panas dan Cuaca Terik di Indonesia, Suhu di Solo Capai 40 Derajat

BMKG memberikan penjelasan terkait suhu panas dan cuaca terik yang melanda Indonesia, akhir-akhir ini. Suhu di Solo capai 40 derajat.

Penjelasan BMKG Soal Suhu Panas dan Cuaca Terik di Indonesia, Suhu di Solo Capai 40 Derajat
pexels.com/ Brett Sayles
Penjelasan BMKG Soal Suhu Panas dan Cuaca Terik di Indonesia, Suhu di Solo Capai 40 Derajat 

Hal senada juga disampaikan Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Widya Harmoko.

Iis mengungkapkan, fenomena cuaca terik yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah, dirasa sebagai hal yang wajar.

Pasalnya, bulan Oktober merupakan bulan paling panas untuk wilayah Jawa Tengah.

"Kalau suhu tinggi untuk bulan-bulan Oktober, memang secara umun suhunya rata-rata tinggi," tutur Iis kepada TribunSolo.com, Senin (21/10/2019).

Iis menjelaskan, suhu tinggi itu disebabkan oleh posisi matahari saat ini.

"Kita lihat posisi matahari, kalau dilihat dari pergerakan sedang berada tepat di atas Jawa Tengah," tutur Iis.

"Bahkan, sekitar seminggu yg lalu di Jawa Tengah ada fenomena hari tanpa bayangan," imbuhnya.

Iis memperkiraan suhu rata-rata wilayah Jawa Tengah berada pada kisaran 36 hingga 37 derajat celcius.

"Kalau kurang lebih sama, dilihat kondisi lingkungan, kondisi tutupan lahan yang ada dari Semarang sampai Solo kurang lebih sama," tutur Iis.

"Hanya, Semarang lebih dekat pesisi jadi lebih panas, sedangkan Solo relatif dingin, suhu di Solo antara 36-37 derajat celcius," tambahnya.

Iis menuturkan, suhu tinggi di wilayah Solo terjadi hingga pertengahan bulan November.

"Nanti kira-kira, November-Desember sudah mulai turun lagi," tutur Iis.

Iis mengatakan, suhu tinggi dapat dijadikan indikasi suatu wilayah telah memasuki musim pancaroba.

"Kalau mulai panas dah pancaroba nih, kan kalau mau masuk musim hujan secara umum di Jawa Tengah seperti itu," kata Iis.

"Di Jawa Tengah, hujannya rata rata antara Oktober-November, walaupun tahun ini prakiraan kami sepertinya mundur, diperkirakan pertengahan November baru masuk musik hujan," imbuhnya.

Iis menghimbau masyarakat untuk waspasa terjadinya angin puting beliung.

"Suhu relatif sangat hangat bisa terjadi angin puting beliung, kalau hujan sedang hingga lebat dengan durasi pendek disertai angin kecang," tutur Iis.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Cuaca Panas Ekstrem di Solo, Suhu Capai 40 Derajat, BMKG : Matahari Tepat di Atas Jateng

(Tribunnews.com/Sri Juliati) (Kompas.com/Adi Surya Samodra)

Penulis: Sri Juliati
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved