Kabinet Jokowi

Ini Pekerjaan Rumah di Kemenko Polhukam yang Dititipkan Wiranto kepada Mahfud MD

Menkopolhukam periode 2016-2019, Wiranto menyampaikan sejumlah pekerjaan rumah atau PR yang belum diselesaikan.

Ini Pekerjaan Rumah di Kemenko Polhukam yang Dititipkan Wiranto kepada Mahfud MD
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Menko Polhukam, Mahfud MD (kiri) didampingi mantan Menko Polhukam, Wiranto memberikan keterangan usai melakukan serah terima jabatan (sertijab) di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Presiden Jokowi menunjuk Mahfud MD sebagai Menko Polhukam menggantikan Wiranto dalam Kabinet Indonesia Maju Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menkopolhukam periode 2016-2019, Wiranto menyampaikan sejumlah pekerjaan rumah atau PR yang belum diselesaikan.

Untuk itu, Wiranto berharap Menkopolhukam periode 2019-2024 Mahfud MD bisa menyelesaikan PR tersebut.

"Masih ada pekerjaan rumah cukup banyak ya. Papua belum selesai, radikalisme belum selesai, terorisme belum, narkoba belum selesai, ya saya kira banyak lagi," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).

Baca: Menag Fachrul Razi: Saya Bukan Kyai dan Bukan Tamatan Pesantren, Tapi . . .

Baca: AHY Buka Suara saat Namanya Tak Masuk dalam Jajaran Menteri Jokowi-Maruf, Ini Pesannya

Baca: Tiga Sekolah di Tegal Terlibat Tawuran, Satu Pelajar Tertusuk, Begini Kondisinya

Wiranto juga menjelaskan, bahwa PR Polhukam terus berbeda setiap harinya. Sebab, apa yang terjadi bisa berubah-ubah setiap saat.

Untuk itu, harus diantisipasi, agar dilakukan suatu upaya untuk mengondisikan apa yang terjadi di negara ini, khususnya di bidang politik hukum keamanan agar tetap stabil.

"Polhukam itu kan menghadapi dinamika kehidupan masyarakat yang sangat dinamis, jadi sangat tergantung kepada dinamika," ucap Wiranto.

Ia pun percaya, di tangan Mahfud, Menko Polhukam dapat bekerja lebih baik lagi untuk stabilitas hukum keamanan dan politik.

Karena, dengan kestabilitasan bidang Polhukam itu, situasi ekonomi bangsa akan lebih baik.

"Dengan stabilitas hukum keamanan dan politik maka akan membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Keliatan sederhana tapi dalam prakteknya memang sangat rumit dan beragam," kata Wiranto.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved