Kabinet Jokowi

Presiden Jokowi Harus Akomodir Barisan Marhaenis-Soekarnois di Kabinetnya

Alumni GMNI di jalur partai, seperti mantan Gubernur Jawa Timur, Pakde Karwo atau Wakil Sekjen DPP GMNI sekaligus Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah.

Presiden Jokowi Harus Akomodir Barisan Marhaenis-Soekarnois di Kabinetnya
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ilustrasi: Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berfoto bersama dengan calon menteri Kabinet Jokowi Jilid 1 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. INILAH 32 Menteri Baru Beserta Jabatannya dalam Kabinet Jokowi Jilid 2: Diumumkan Resmi Hari Ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presidium Nasional Ikatan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (IKA GMNI) mengimbau Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan aspirasi serta mempertimbangkan partisipasi politik barisan Marhaenis-Soekarnois.

Khususnya alumni GMNi di dalam komposisi kabinet kerja jilid II yang akan dibentuknya.

Hal ini mengingat tidak ada satupun kader alumni GMNI yang dipanggil Presiden hingga hari ini.

"Padahal, kader-kader alumni GMNI baik di partai-partai politik maupun di lingkungan profesional banyak yang potensial dan tidak diragukan lagi integritas dan komitmennya terhadap bangsa dan rakyat Indonesia," kata Sekjen IKA GMNI Radjoki FR Sinaga kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Dia memberi contoh, alumni GMNI di jalur partai, seperti mantan Gubernur Jawa Timur, Pakde Karwo atau Wakil Sekjen DPP GMNI sekaligus Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah.

Baca: Soal Jokowi-Prabowo Bersatu, Karni Ilyas Curhat Dibully Gara-gara 01 dan 02: Saya Coba Sekuat Tenaga

Baca: Wishnutama Jadi Menteri Jokowi, Bagaimana Kabar Wina Natalia eks Istri Kini Bersuamikan Anji Manji?

Baca: Sosok Amalia Sianti, Putri Wiranto yang Pernah Jadi Anggota MPR dan Nyaris Jadi Menantu Soeharto

Baca: Hasil Liga Champions: Cetak Hattrick, Raheem Sterling Selalu Koleksi Bolanya Dalam Kotak Kaca

Sedangkan di jalur profesional, kata Radjoki, ada Soni Sumarsono yang merupakan mantan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri dan tercatat tiga kali sukses menjabat Plt Gubernur yaitu di DKI Jakarta, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.

"Masih ada kader alumni GMNI, baik yang ada di partai politik maupun yang bergerak sebagai profesional tetapi mumpuni dan layak ditunjuk menjadi menteri," ujar dia.

Kemudian, Radjoki menyebut senior Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang telah datang memenuhi undangan Presiden Jokowi ke Istana Merdeka sejak 2 hari ini seperti Bahlil Lahadalia, Zainuddin Amali, Airlangga Hartarto, Suharso Monoarfa, Sofyan Djalil, Syahrul Yasin Limpo dan Mahfud MD.

Lalu, senior Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang juga sudah diundang seperti Ida Fauziah dan Abdul Halim Iskandar.

Tak ketinggalan, senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Yasona H Laoly serta senior Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Johnn G. Plate juga sudah di undang Presiden Jokowi untuk ditunjuk masing-masing sebagai menteri pada kabinet kerja jilid II ini.

"Mereka sudah dipanggil ke Istana untuk ditunjuk sebagai menteri. Tapi, alumni GMNI?," kata Radjoki.

Dia pun mengingatkan, pemerintahan Jokowi Jilid II ini berpeluang untuk tidak didukung oleh elemen-elemen barisan Nasionalis Marhaenis jika tidak mengakomodir partisipasi politik kader alumni GMNI di jajaran kabinet kerja jilid II ini.

"Perlu diketahui, elemen barisan nasionalis marhaenis jumlahnya tidak sedikit dan ada di mana-mana," ucap Radjoki.

Penulis: chaerul umam
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved