Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional, Ma'ruf Amin: NKRI Harga Mati

Wakil Presiden Ma'ruf Amin hadiri acara puncak peringatan santri nasional di kantor PWNU Jawa Timur, dalam sambutannya menegaskan NKRI harga mati

Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional, Ma'ruf Amin: NKRI Harga Mati
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Wakil Presiden Ma'ruf Amin 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri acara puncak peringatan Hari Santri Nasional yang diadakan di halaman kantor pengurus wilayah NU (PWNU) Jawa Timur di jalan Masjid Al Akbar Surabaya.

Dilansir dari kanal youtube Kompas TV pada Minggu (27/10/2019), dalam sambutannya, Ma'ruf Amin menegaskan para santri harus berada di depan untuk mengawal NKRI yang bagi rakyat Indonesia, NKRI adalah harga mati.

Ma'ruf Amin mengharapkan para santri dapat melanjutkan perjuangan santri sebelumnya yakni para pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Kalau dulu tantangannya adalah melawan penjajahan sekarang tantangan rakyat Indonesia adalah kelompok yang ingin merusak negara ini, kaum separatis, kaum radikalis, dan kaum teroris yang ingin merusak Republik Indonesia.

Baca: Menteri Agama Tak Diundang Hadiri Hari Santri di Jatim Karena Dianggap Bukan Santri, Wamenag Hadir

Selain dapat memerangi kelompok separatis, radikalis, dan teroris yang ingin mengacaukan NKRI, para santri diharapkan dapat membangun ekonomi secara mandiri.

Wakil presiden berharap kelompok santri menjadi pelopor kebangkitan ekonomi arus bawah di masa mendatang untuk mengimbangi model perekonomian konglomerasi yang saat ini sedang berkembang.

"Saat ini perekonomian hanya dikuasai konglomerat, harapan agar berdampak atau menetes ke bawah, ternyata tidak, akhirnya muncul kesenjangan yang kuat semakin kuat dan yang lemah semakin lemah," ujar Ma'ruf Amin.

Kehadiran Ma’ruf Amin ini juga didampingi sejumlah menteri yakni Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid.

Dihadiri dan dibuka oleh wakil presiden yang tahun ini hari santri nasional di gelar dengan tema Santri Culture Night Carnaval.

Baca: Hari Santri Dan Memori Sejarah Yang Dilupakan

Acara bertakjub Santri Culture Night Carnaval diikuti 40 ribu santri dan masyarakat umum dari seluruh Provinsi Jawa Timur.

Penampilan yang disajikan perpaduan unsur antara nasionalisme dan multikulturalisme.

Dalam sambutannya sekali lagi menegaskan peran santri cukup besar untuk dalam perjuangan meraih kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekan hingga munculnya resolusi jihad.

Selain itu santri diharapkan bisa membangun ekonomi secara mandiri agar dunia usaha tidak dikuasai oleh segelintir orang.

Para santri harus dapat tampil di segala lapangan termasuk juga di harapkan santri-santri akan naik, santri wirausaha seperti yang ditunjukkan oleh pendahulu NU melalui gerakan Nahdlatut Tujjar.

Baca: Hari Santri Nasional - 4 Artis Ini Ternyata Pernah Jadi Santri, Ada Dinar Candy & Nikita Mirzani

Dikutip dari kompasiana.com Nahdlatut Tujjar sebagai perwujudan dari pengembangan ekonomi umat.

Usai di buka oleh Ma'ruf Amin dengan menabuh bedug di meriahkan oleh kirab budaya dari badan otonom NU serta pertunjukkan seni dari sejumlah elemen masyarakat.(*)

(Tribunnews.com/Indah Aprilin Cahyani)

Penulis: Indah Aprilin Cahyani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved