Breaking News:

Banyaknya Petugas KPPS Meninggal Saat Pemilu 2019 Karena Beban Kerja

Ketua Tim Pemilu Komnas HAM Hairiansyah menyatakan, mereka yang wafat disebabkan oleh beban kerja yang terlalu berat.

Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Ketua Tim Pemilu Komnas HAM, Hairiansyah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyoroti banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat penyelenggaraan Pemilu 2019.

Ketua Tim Pemilu Komnas HAM Hairiansyah menyatakan, mereka yang wafat disebabkan oleh beban kerja yang terlalu berat.

"Jadi yang paling mendasari itu soal beban kerja, kemudian stres yang berlebihan karena kondisi sebelum, saat, dan setelahnya. Itu jadi kerentanan yang kita dapati," ucap Hairiansyah di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2019).

Hairiansyah menginginkan ke depannya, para penyelenggara pemilu lebih bisa cermat terhadap kondisi kesehatan petugas KPPS.

"Dalam konteks ini negara melalui kementerian terkait harus memastikan hak-hak mereka mendapatkan perlindungan dari segi kesehatan," kata dia.

Selain masalah kesehatan petugas KPPS, Komnas HAM juga menemukan permasalahan lain saat pemilu serentak tahun ini. Yaitu soal sistem pembagian kerja.

Baca: Tetap di Luar Pemerintahan, PAN Siap Kritisi Kinerja Menteri

Sistem pembagian kerja yang berantakan, menurut Hairiansyah, dikarenakan keterlambatan logistik ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Sehingga mereka harus menunggu dengan ketidakpastian, akhirnya harus menguras waktu sebelum hari pemungutan suara dengan tidak memiliki waktu istirahat yang cukup," ujarnya.

Sekadar info, dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui dinas kesehatan tiap provinsi mencatat petugas KPPS yang sakit sudah mencapai 11.239 orang dan korban meninggal 527 jiwa.

Berdasarkan siaran pers Kemenkes, Kamis (16/5/2019), jumlah korban sakit dan meninggal tersebut hasil investigasi Kemenkes di 28 provinsi per tanggal 15 Mei 2019.

Berdasarkan laporan dinas kesehatan di setiap provinsi, menunjukkan jumlah petugas KPPS yang meninggal terbanyak ada di Provinsi Jawa Barat.

Penyebab terbanyak kematian di Jawa Barat adalah gagal jantung dengan jumlah 24 jiwa, begitupun di Jawa Timur yang jumlahnya 11 jiwa.

Berbeda dengan Jawa Tengah, penyebab kematian terbanyak di sana adalah infarct myocard sebanyak 3 jiwa.

Penyakit lainnya berupa koma hepatikum, stroke, respiratory failure, hipertensi emergency, meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, kegagalan multi organ, dan satu lagi disebabkan oleh kecelakaan.

Sementara untuk petugas KPPS sakit yang mencapai 11.239 disebabkan 9 jenis penyakit, yakni hipertensi emergency, diabetes, asma, dispepsia, gastritis, infeksi saluran kemih, typoid, syncope, dan stroke.
Secara kumulatif, usia petugas yang sakit paling banyak berkisar antara 30-39 tahun.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved