Jokowi dan Prabowo Belum Serius Benahi Masalah HAM

Komnas HAM berpandangan, dari 5 kali debat berlangsung, kedua calon presiden yang dinilai kurang fokus terhadap kasus pelanggaraan HAM yang belum

Jokowi dan Prabowo Belum Serius Benahi Masalah HAM
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berjabat tangan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 Menteri, 3 Kepala Lembaga Setingkat Menteri, dan Jaksa Agung untuk Kabinet Indonesia Maju. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi manusia (Komnas HAM) menyebut Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto belum serius menyoal permasalahan HAM.

Hal tersebut didapat lewat laporan pemantauan selama Pemilu 2019. Hasilnya, terdapat catatan khusus Komnas HAM terkait visi misi kedua pasangan calon presiden pada sesi debat.

Komnas HAM berpandangan, dari 5 kali debat berlangsung, kedua calon presiden yang dinilai kurang fokus terhadap kasus pelanggaraan HAM yang belum tuntas.

Pada debat pertama yang bertemakan hukum, korupsi dan HAM, Komnas HAM menilai kedua calon belum memahami konsep HAM secara substansial sehingga komitmennya belum terlihat.

Baca: Satu Tahun Kecelakaan Lion Air JT 610, Kepala Eksekutif Boeing: Kami Tahu Kami Melakukan Kesalahan

Baca: Bima Aryo Menangis Saat Cerita Akhir Hidup Anjing yang Serang ART hingga Tewas, Sempat Muntah Darah

"Komitmennya penegakkan HAM yang di dalamnya terdapat strategi penyelesaian atas kasus pelanggaran HAM, termasuk dugaan pelanggaran HAM berat belum terlihat," ujar Ketua Tim Pemilu Komnas HAM Hairiansyah di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2019).

Selain debat tema pertama, tema debat keempat juga menjadi sorotan Komnas HAM.

Menurut hasil pantauan, tema mengenai ideologi, pemerintahan, keamanan dan hubungan internasional, memperlihatkan baik Jokowi dan Prabowo belum melihat akar persoalan untuk mewujudkan negara demokrasi yang menjunjung tinggi HAM.

"Keduanya masih berkutat pada strategi penguatan pertahanan negara untuk melindungi bangsa Indonensia, masih sebatas peningkatan anggaran, perluasan teritori kelembagaan," kata Hairansyah.

Lewat hasil ini, Komnas HAM pun berkesimpulan baik Jokowi dan Prabowo kurang mengangkat isu HAM sebagai komitmen. Namun Komnas HAM berharap isu HAM bisa dimasukkan dalam aspek lanjutan saat ini.

"Bagaimana dimensi HAM menjadi tujuan konsensi untuk masyarakat dan rakyat Indonesia dapat terwujud dan bagaimana perwujudan HAM menjadi agenda seluru bangsa Indonesia," ujar Hairansyah.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved