Breaking News:

Nurul Arifin Tidak Menyangka Bakal Jadi Mitra Kerja Prabowo Subianto

Politikus Partai Golkar tersebut tak menyangka akan menjadi mitra kerja dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar, Nurul Arifin, saat diwawancarai di ruang kantornya, di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hubungan seseorang dalam politik sangatlah cair, dari lawan bisa dalam sekejap menjadi kawan.

Setidaknya itulah yang dirasakan Nurul Arifin.

Politikus Partai Golkar tersebut tak menyangka akan menjadi mitra kerja dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hal tersebut terjadi karena kini Nurul Arifin menjadi anggota Komisi I DPR RI.

Sementara Prabowo Subianto ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) oleh Presiden Joko Widodo.

Baca: Cerita Idham Aziz Sebelum Dicalonkan sebagai Kapolri, Ditanya Jokowi Kapan Pensiun

Komisi I diketahui merupakan mitra kerja dari Kementerian Pertahanan, Badan Intelijen Negara (BIN), Komunikasi dan Informasi, serta Kementerian Luar Negeri.

Hubungan Nurul Arifin dengan Prabowo Subianto bisa dibilang terus berubah dalam 10 tahun terakhir.

Sambil menengadah wajahnya ke atas, seolah mengingat sesuatu, Nurul Arifin mengatakan hubungan politik dengan Prabowo merupakan pengalaman yang luar biasa.

Baca: Amalan yang Bisa Dilakukan untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Termasuk Perbanyak Sedekah

"Ini suatu pengalaman yang luar biasa buat saya. (Mulai dari) ketika Golkar masih mendukung Prabowo, kita berkoalisi untuk kemenangan pak Prabowo. Saya dengan mas Tantowi (Yahya), mas Sandiaga Uno jadi jubirnya beliau, tapi kalah," ujar Nurul, ketika diwawancarai Tribunnews.com di ruang kerjanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

Hubungan itu kemudian berubah menjadi lawan ketika Golkar memutuskan mendukung Jokowi-Maruf Amin dalam perhelatan Pilpres 2019.

Otomatis Nurul pun berseberangan dengan Prabowo.

Namun, dalam Kabinet Indonesia Maju ternyata Jokowi menunjuk Prabowo menjadi Menhan.

Baca: Disebut Pamela Safitri Seksi Hasil Buatan Dokter, Nikita Mirzani Balas Sindir: Emangnya Lo Simpenan

Hal tersebut membuat Prabowo akan menjadi mitra kerja Komisi I tempat Nurul berada.

Keberadaannya di Komisi I pun tak asing bagi perempuan kelahiran Bandung, 19 Juli 1966 tersebut.

Alasannya Nurul sempat mengabdi di sana selama satu tahun setelah sempat duduk di Komisi II DPR RI.

"Jadi ini perjalanan panjang buat saya, (hubungan) pertemanan (dengan Prabowo) gitu ya," katanya.

Di sisi lain, ia melihat menempatkan Prabowo sebagai Menhan cukup tepat.

Menurutnya, dengan berada di posisi tersebut tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi Prabowo yang dinilai Nurul sebagai orang nasionalis.

Nurul yang merupakan lulusan Universitas Indonesia, berharap Prabowo dapat berjalan selaras dengan pemerintah hingga akhir masa jabatan.

"Kemudian bisa mengimplementasikan apa yg menjadi keinginan pak Prabowo sendiri dan memberikan ruang kepada beliau untuk mengekspresikan kecintaannya pada bangsa ini," jelasnya.

"Jadi saya mensyukuri keberadaan pak Prabowo di sini. Mudah-mudahan bisa berjalan selaras dengan pemerintah, dengan pak Jokowi sampai akhir," tambahnya.

Berita Populer
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved